Keutamaan Puasa Arafah, Amalan Sunnah yang Penuh Ampunan dan Kemuliaan
- 26 Mei 2026 11:43 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen para jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Puasa Arafah termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki banyak keutamaan luar biasa. Selain menjadi ladang pahala, amalan ini juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.
Ustadz Rifky Abdullah Alatas menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.
“Masyaallah, keutamaannya karena puasa yang dianjurkan atau disunnahkan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika para jemaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.
Berikut beberapa keutamaan luar biasa puasa Arafah berdasarkan hadits-hadits Rasulullah SAW:
1. Menghapus Dosa Dua Tahun
Keutamaan paling utama dan paling populer dari puasa Arafah adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)
Menurut Ustadz Rifky Abdullah Alatas, hadits ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankan puasa Arafah dengan penuh keikhlasan dan keimanan.
2. Bagian dari Hari yang Paling Dicintai Allah
Hari Arafah juga termasuk dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang di dalamnya amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”
(HR. Bukhari)
Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk meraih pahala dan keberkahan yang besar dari Allah SWT.
3. Hari Pembebasan dari Api Neraka
Selain itu, Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh ampunan dan pembebasan dari api neraka. Pada hari tersebut, Allah SWT banyak mengampuni dosa hamba-hamba-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka dibanding hari Arafah.”
(HR. Muslim)
Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan amal ibadah lainnya.
Di akhir penjelasannya, Ustadz Rifky Abdullah Alatas berharap umat Muslim semakin semangat menjalankan puasa sunnah ini.
“Mudah-mudahan bisa menambah semangat kita untuk melaksanakan puasa Arafah. Amin ya Rabbal Alamin,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....