Ziarah Lebaran Ungkap Sejarah Raja Terakhir Dampal
- 27 Mar 2026 14:38 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Momen mudik Lebaran dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus mengenang jasa para leluhur. Salah satunya melalui kegiatan ziarah ke makam Raja Muda, yang dikenal sebagai raja terakhir wilayah Dampal.
Ziarah tersebut tidak hanya menjadi aktivitas spiritual, tetapi juga membuka kembali kisah sejarah keluarga yang sarat nilai perjuangan. Raja Muda diketahui memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah lokal Dampal.
Menurut keterangan Ibu Masna Mahkota, S.Sos, Raja Muda yang merupakan raja terakhir Dampal dan pernah dilantik di Ternate memiliki hubungan darah langsung dengan keluarganya.
“Raja Muda tersebut adalah dato dari almarhum ibu saya, sehingga memiliki keterkaitan langsung dengan keluarga kami,” ujar Masna Mahkota.
Di kompleks pemakaman yang sama, turut dimakamkan Raja Tua bersama permaisurinya yang merupakan keturunan Raja Dondo. Keduanya merupakan orang tua dari Raja Muda yang dikenal dengan julukan AADU atau “Kalitan”. Julukan tersebut diberikan oleh pihak kolonial Belanda karena karakter beliau yang lincah, cerdas, dan berani.
Sosok AADU atau Kalitan juga dikenang karena keberaniannya melawan penjajahan. Dalam salah satu peristiwa, ia disebut pernah menampar kontrolir Belanda bernama Van Moriths sebagai bentuk perlawanan. Akibat tindakan tersebut, ia harus menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun di Bogor.
Kisah perjuangan ini menjadi bagian penting dari sejarah lokal Dampal yang patut terus dikenang. Selain sebagai catatan sejarah keluarga, cerita tersebut juga mencerminkan semangat perlawanan terhadap penjajahan di Indonesia.
Melalui kegiatan ziarah ini, generasi muda diharapkan dapat mengenal dan menghargai jasa para leluhur serta menjaga nilai-nilai sejarah yang diwariskan dari masa ke masa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....