Lima Cara Menjaga Lingkungan di tengah Cuaca Panas dan Kemarau

  • 28 Agt 2026 14:38 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Puncak musim kemarau 2026 membuat sejumlah wilayah Indonesia menghadapi kondisi lebih kering. Masyarakat perlu menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi kemarau tersebut diperkuat fenomena El Niño yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.

Kondisi yang lebih kering membuat ketersediaan air perlu menjadi perhatian bersama. BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Berikut lima langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga lingkungan selama periode kemarau:

1. Hemat Penggunaan Air

Masyarakat dapat menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan. Kebiasaan sederhana seperti menutup keran setelah digunakan dapat membantu menjaga ketersediaan air.

Penggunaan air untuk mencuci, membersihkan rumah, dan menyiram tanaman juga dapat diatur sesuai kebutuhan. Langkah tersebut penting terutama ketika sumber air mulai mengalami penurunan debit.

2. Hindari Membakar Sampah

Membakar sampah secara sembarangan perlu dihindari ketika kondisi lingkungan lebih kering. Api dapat lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko kebakaran di sekitar permukiman maupun lahan terbuka.

BMKG juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api, terutama di kawasan yang mudah terbakar.

3. Pertahankan Vegetasi di Lingkungan

Menjaga pohon dan tanaman di sekitar rumah dapat membantu mempertahankan ruang hijau. Vegetasi juga berperan dalam menjaga kondisi lingkungan tetap teduh ketika cuaca terasa lebih panas.

Masyarakat dapat merawat tanaman yang sudah ada dan menanam vegetasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara efisien agar tidak menghabiskan persediaan air.

4. Kelola Sampah dengan Baik

Sampah yang menumpuk di lingkungan dapat mengganggu kebersihan dan meningkatkan potensi masalah lingkungan. Pemilahan sampah dari rumah dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang.

Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah yang masih bernilai dapat dipilah untuk didaur ulang. Cara tersebut juga mengurangi kebutuhan membakar sampah.

5. Waspadai Potensi Kebakaran

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya asap atau titik api di lingkungan sekitar. Jika menemukan indikasi kebakaran, informasi tersebut perlu segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Kewaspadaan menjadi semakin penting karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga meminta masyarakat melakukan langkah antisipatif terhadap potensi tersebut.

Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca secara berkala. BMKG mengimbau masyarakat memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi agar dapat melakukan langkah antisipasi.

Menjaga lingkungan selama kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kebiasaan menghemat air, tidak membakar sampah, merawat tanaman, dan mencegah kebakaran dapat dilakukan bersama dari lingkungan terkecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....