Kemiskinan & Pengangguran Picu KDRT Dalam Rumah Tangga
- 24 Des 2025 15:02 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Faktor ekonomi memiliki peran besar dalam meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Penelitian dari Program Studi Ilmu Hukum Universitas Bengkulu tahun 2024 tentang “Pengaruh Ekonomi terhadap KDRT dalam Rumah Tangga” juga membahas keterkaitan faktor ekonomi dengan perilaku kekerasan dalam rumah tangga.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa kemiskinan menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya KDRT. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan menyebabkan stres, frustasi, serta gangguan kesehatan mental dalam keluarga. Hal ini akibat dari ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan tempat tinggal kerap memicu konflik yang berujung pada kekerasan.
Selain kemiskinan, pengangguran juga memperbesar resiko terjadinya KDRT. Tidak adanya pekerjaan dan penghasilan yang stabil menimbulkan rasa putus asa dan tekanan emosional bagi suami atau istri. Kondisi ini sering diperparah oleh stigma sosial dan keterbatasan akses terhadap layanan hukum, sehingga korban enggan melapor meskipun telah ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Faktor lainnya adalah ketidakadilan ekonomi, yakni ketimpangan dalam distribusi pendapatan, pendidikan, dan kesempatan kerja. Ketidakadilan ini menimbulkan rasa tidak puas dan terpinggirkan, yang memicu ketegangan dalam rumah tangga.
Terciptanya keadilan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan hubungan keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....