Tekanan Ekonomi Tingkatkan Risiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga
- 24 Des 2025 11:05 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Hal ini diungkap dalam penelitian ilmiah berjudul “Pengaruh Ekonomi terhadap KDRT dalam Rumah Tangga” dari Program Studi Ilmu Hukum Universitas Bengkulu edisi Juli–Desember 2024.
Dijelaskan bahwa tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor utama pemicu stres dalam rumah tangga. Ketidakmampuan keluarga mencapai stabilitas finansial sering menimbulkan tekanan psikologis, yang kemudian berdampak pada meningkatnya ketegangan dalam hubungan suami istri. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.
Selain stres ekonomi, ketidakstabilan keuangan juga dapat menimbulkan ketidakpuasan dalam hubungan pasangan. Ketidakpuasan ini muncul ketika salah satu pasangan merasa kontribusinya tidak dihargai, atau ketika pasangan lain merasa terbebani oleh tanggung jawab ekonomi yang lebih besar. Ketika peran dan harapan antar pasangan tidak berjalan seimbang, konflik dalam rumah tangga dapat semakin meningkat.
Penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan KDRT tidak hanya perlu difokuskan pada aspek hukum, tetapi juga pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga serta komunikasi yang sehat antara pasangan suami istri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....