Umat Islam Didorong Jalankan Puasa Arafah Jelang Idul Adha
- 05 Jun 2025 14:37 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Umat Islam di seluruh dunia, khususnya yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah, atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Amalan ini memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam.
Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena ganjaran pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim no. 1162)
Dengan melaksanakan puasa ini, seorang Muslim berpeluang mendapatkan pengampunan dosa kecil selama dua tahun: tahun sebelumnya dan tahun setelahnya.
Keistimewaan Hari Arafah
Hari Arafah adalah momen penting dalam kalender Islam, ketika para jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, hari ini menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, doa, zikir, dan takbir.
Rasulullah SAW juga menyampaikan:
"Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka dibanding Hari Arafah." (HR. Muslim)
Amalan yang Dianjurkan di Hari Arafah
Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk:
Memperbanyak doa, khususnya menjelang Maghrib
Membaca takbir, tahmid, dan tahlil
Bersedekah dan memperbanyak zikir
Menjaga shalat lima waktu dan menunaikan shalat sunnah
Siapa yang Tidak Dianjurkan Berpuasa Arafah?
Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, puasa ini tidak dianjurkan. Hal ini sesuai dengan teladan Rasulullah SAW yang tidak berpuasa saat wukuf demi menjaga kekuatan fisik selama menjalankan rukun haji.
Puasa Arafah menjadi momen emas bagi umat Islam untuk menyucikan jiwa dan memperkuat spiritualitas menjelang Hari Raya Idul Adha.
"Mari isi 9 Dzulhijjah dengan amalan terbaik. Karena ampunan Allah lebih dekat dari yang kita kira."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....