Program MBG Buol Leok 2 Terkendala Pasokan Bahan Pangan
- 18 Agt 2026 11:23 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buol Leok 2, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menghadapi tantangan akibat dampak fenomena El Nino.
Cuaca panas yang disertai peningkatan suhu dan kondisi kekeringan belakangan ini turut mempengaruhi ketersediaan sejumlah bahan pangan. Komoditas yang paling terdampak antara lain sayur-mayur dan buah-buahan yang menjadi bagian penting dalam penyediaan menu MBG.
Asisten Lapangan SPPG Buol Leok 2, Sandi, mengatakan program MBG di wilayah Biau secara keseluruhan telah berjalan hampir dua tahun. Sementara itu, SPPG Buol Leok 2 baru kembali beroperasi sekitar tiga minggu setelah adanya libur semester sekolah selama kurang lebih tiga minggu.
“Belum lama setelah libur semester, kurang lebih tiga minggu, kita baru jalan dua minggu lebih dan hari ini sudah masuk minggu ketiga,” ujar Sandi saat ditemui RRI, Selasa (11/8/2026).
Menurut Sandi, masa libur sekolah juga dimanfaatkan pengelola SPPG untuk melakukan pembenahan dapur serta meningkatkan fasilitas pendukung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan dan kualitas menu yang diberikan kepada penerima manfaat tetap terjaga.
“Kemarin sempat libur, jadi kami memanfaatkan untuk melakukan pembenahan dapur dan peningkatan fasilitas supaya lebih terjamin lagi kualitas yang diberikan,” jelasnya.
Namun, kondisi cuaca akibat fenomena El Nino mulai memberikan dampak terhadap rantai pasok bahan pangan. SPPG Leok 2 mengakui supplier sempat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan bahan baku, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan.
“Memang dalam beberapa minggu belakangan ini kita agak kesulitan di bahan baku, terutama sayur-sayuran dan buah. Supplier memang agak sedikit kewalahan untuk memenuhi kebutuhan dapur,” ungkap Sandi.
Menghadapi kondisi tersebut, Sandi berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Buol untuk menjaga ketersediaan bahan pangan bagi pelaksanaan program MBG. Menurutnya, keterlibatan pemerintah diperlukan agar persoalan pasokan dapat diantisipasi sejak awal.
Selain dukungan pemerintah, kolaborasi dengan petani lokal juga dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok pangan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur SPPG sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian masyarakat.
Sandi menambahkan, kebutuhan bahan pangan diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah dapur MBG dan penerima manfaat di Kabupaten Buol. Karena itu, kesiapan rantai pasok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis di daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....