Krisis Air Ancam Lahan Persawahan di Kecamatan Galang
- 13 Agt 2026 09:24 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Krisis air mulai dirasakan petani di sejumlah wilayah persawahan Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut terjadi seiring musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air untuk lahan pertanian semakin terbatas.
Keterbatasan pasokan air dikhawatirkan mengganggu kebutuhan irigasi, terutama bagi tanaman padi yang membutuhkan ketersediaan air secara cukup dan berkelanjutan selama masa pertumbuhan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi dan menurunkan produktivitas petani. Bahkan, kekurangan air dalam waktu yang cukup lama dapat meningkatkan risiko tanaman mengalami kerusakan hingga gagal panen.
Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Tolitoli, Zahlin Ambo Dalle, meminta persoalan krisis air di wilayah persawahan Kecamatan Galang segera mendapat perhatian dan penanganan bersama.
“Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi padi di wilayah Galang. Karena itu, persoalan ini perlu segera mendapat perhatian agar tidak berdampak pada produktivitas petani,” ujar Zahlin Ambo Dalle.
Menurut Zahlin, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengatur distribusi air secara lebih optimal. Pengaturan tersebut diperlukan agar pasokan air dapat menjangkau seluruh lahan persawahan secara merata, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Selain pengaturan distribusi air, optimalisasi saluran irigasi juga dinilai penting. Pemeriksaan dan pemeliharaan jaringan irigasi diperlukan untuk memastikan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
PERPADI juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah, petani, kelompok tani, serta pihak terkait dalam mencari solusi terhadap keterbatasan air. Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah penanganan yang cepat sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar bagi petani.
Zahlin berharap penanganan krisis air dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Menurutnya, selain langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air saat kemarau, perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi perlu menjadi perhatian untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena keberadaan air tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan tanaman padi, tetapi juga menentukan kesinambungan produksi beras dan pendapatan petani di Kecamatan Galang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....