Satgas SPPG Buol Tekankan Ketelitian Pelaksanaan Program MBG
- 11 Agt 2026 09:53 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menegaskan seluruh yayasan pengelola dan dapur SPPG agar meningkatkan kehati-hatian dalam setiap tahapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat tindak lanjut pelaksanaan program MBG yang berlangsung di ruang Wakil Bupati Buol. Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Buol, jajaran Prokopim, serta perwakilan SPPG dari sejumlah wilayah.
Ketua Satgas SPPG Kabupaten Buol, Mohammad Yamin Rahim, mengatakan kehati-hatian diperlukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan gizi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, seluruh proses harus dilakukan sesuai protokol dan Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pemilihan dan penyiapan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
“Saya sebagai Ketua Satgas SPPG Kabupaten Buol hanya mengingatkan kepada semua yayasan dan dapur yang diberi amanah untuk berhati-hati, mulai dari proses awal masaknya dan seterusnya. Yang akan diberikan kepada penerima manfaat harus betul-betul sesuai protokol,” tegas Mohammad Yamin Rahim, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai kepatuhan terhadap SOP menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kualitas, keamanan, serta kelayakan makanan yang disalurkan melalui program MBG.
Selain itu, setiap tahapan pelaksanaan program diminta dipercayakan kepada penanggung jawab yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Salah satunya ahli gizi yang memiliki peran penting dalam memastikan kandungan nutrisi makanan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Mohammad Yamin Rahim berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan amanah tersebut secara profesional dan bertanggung jawab. Dengan demikian, program MBG di Kabupaten Buol dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
Ia menambahkan, makanan yang diterima masyarakat harus dipastikan aman, berkualitas, serta memenuhi kebutuhan nutrisi. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kesehatan sekaligus kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Buol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....