MBG di Ogodeide Baru Jangkau Lima dari 11 Desa

  • 24 Jul 2026 11:38 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, hingga kini belum menjangkau seluruh wilayah. Dari total 11 desa yang ada, baru sekitar empat hingga lima desa yang telah menerima manfaat program strategis nasional tersebut, sementara sejumlah desa terpencil dan wilayah kepulauan masih belum tersentuh.

Kondisi tersebut disampaikan Camat Ogodeide, Soepardi S. Derek, SE, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Tolitoli Menyapa yang disiarkan RRI Tolitoli melalui Zoom, Kamis (16/7/2026). Ia menegaskan pemerintah kecamatan mendukung penuh pelaksanaan Program MBG sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi bagi peserta didik.

Menurut Soepardi, desa-desa yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG di antaranya Desa Bambalaga, Batuo, Pagaitan, Kamalu, hingga wilayah Pulau Kabetan. Sebagian besar wilayah tersebut merupakan daerah pelosok dan kepulauan yang memiliki tantangan akses distribusi.

"Kami sangat merespon program MBG ini. Namun dari 11 desa di Ogodeide, yang tersalurkan baru sekitar empat sampai lima desa. Wilayah pelosok dan pulau-pulau di tempat kami belum tersentuh sama sekali," ujar Soepardi.

Ia mengatakan, belum meratanya pelaksanaan MBG menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama para orang tua murid yang berharap anak-anak mereka juga memperoleh manfaat program tersebut. Keluhan serupa juga disampaikan kepada pemerintah kecamatan, Polsek, maupun Koramil setempat.

Soepardi menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pengelola program dan Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan distribusi MBG belum menjangkau seluruh desa. Faktor utama meliputi keterbatasan kuota penerima, belum tersedianya fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta tingginya risiko distribusi menuju wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

"Berdasarkan koordinasi dengan pengelola dan Badan Gizi Nasional, kendala utamanya adalah keterbatasan kuota, belum adanya dapur SPPG, serta faktor distribusi ke wilayah pelosok dan kepulauan yang cukup beresiko," jelasnya.

Lebih lanjut, Soepardi berharap pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dapat mempertimbangkan pola penyaluran yang lebih berpihak kepada wilayah terpencil. Menurutnya, daerah dengan tingkat kesulitan akses justru perlu menjadi prioritas agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan.

Ia juga menyebut harapan tersebut sejalan dengan arahan Bupati Tolitoli yang menginginkan seluruh anak sekolah di Kecamatan Ogodeide, termasuk yang berada di pulau dan pelosok, memperoleh hak yang sama terhadap layanan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Harapan kami kepada pihak Badan Gizi Nasional, agar janji merealisasikan MBG di seluruh desa bisa segera diwujudkan. Ini program nasional, jadi keselamatan dan hak anak-anak di pulau maupun pelosok harus betul-betul diutamakan," tegas Soepardi.

Pemerintah Kecamatan Ogodeide berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional terus diperkuat sehingga pembangunan dapur SPPG serta perluasan kuota penerima dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, pelaksanaan Program MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar di 11 desa yang ada di Kecamatan Ogodeide.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....