Koperasi Merah Putih Nalu Siap Buka Gerai Sembako Agustus

  • 22 Jul 2026 08:50 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli, menargetkan mulai mengoperasikan gerai pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pada Agustus 2026. Persiapan tersebut semakin matang setelah koperasi menerima bantuan satu unit truk roda enam dari PT Agrinas yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional distribusi logistik.

Ketua KDKMP Kelurahan Nalu, Rustam DJ. Datuamas, SE, mengatakan bantuan armada tersebut menjadi dukungan penting dalam memperkuat operasional koperasi, khususnya dalam mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat. Penyerahan kendaraan itu turut disaksikan oleh Lurah Kelurahan Nalu dan Babinsa setempat, sebelum akhirnya ditempatkan di kantor gerai koperasi.

Rustam mengungkapkan, keberadaan truk operasional akan memangkas biaya distribusi yang selama ini harus dikeluarkan koperasi untuk menyewa kendaraan pengangkut logistik, terutama dalam penyaluran beras Bulog maupun kebutuhan pokok lainnya.

"Alhamdulillah, sarana transportasi truk ini akan sangat membantu kami dalam proses pengangkutan logistik kedepannya. Kami tidak perlu menyewa kendaraan lagi untuk menyuplai beras dari Bulog maupun kebutuhan pokok lainnya," ujar Rustam saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Tolitoli Menyapa di RRI Tolitoli.

Ia menjelaskan, sebelum gerai resmi beroperasi, pihak koperasi masih menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah, termasuk penempatan manajer operasional profesional yang saat ini sedang menyelesaikan pelatihan. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, gerai akan mulai melayani kebutuhan masyarakat secara bertahap.

Selain menyediakan sembako dengan harga terjangkau, KDKMP Kelurahan Nalu juga akan mengembangkan sejumlah layanan lain, seperti gerai tabungan simpan pinjam, distribusi gas LPG, pupuk bersubsidi, hingga penyediaan alat pertanian. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini kerap mengalami kesulitan memperoleh sejumlah komoditas tersebut.

Rustam menegaskan, koperasi tidak dibangun untuk menjadi pesaing usaha kecil di lingkungan sekitar. Sebaliknya, KDKMP Nalu menerapkan pola kemitraan dengan toko-toko kelontong yang sudah lebih dulu beroperasi. Koperasi akan berperan sebagai penyalur berbagai komoditas, seperti beras Bulog dan Minyakita, dengan harga yang lebih kompetitif sehingga pemilik warung tetap memperoleh keuntungan.

"Kami tidak ingin mematikan usaha masyarakat. Justru koperasi hadir sebagai mitra yang membantu toko-toko kelontong memperoleh barang dengan harga lebih murah sehingga mereka tetap bisa mendapatkan keuntungan sekaligus memenuhi kebutuhan warga," jelas Rustam.

Tidak hanya fokus pada sektor pangan, koperasi yang berada di kawasan pesisir tersebut juga mulai menyusun rencana pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui pengolahan ikan bandeng presto sebagai produk unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat Kelurahan Nalu.

"Di Kelurahan Nalu banyak empang dan potensi ikan bandengnya melimpah. Ke depan, Koperasi Merah Putih Nalu akan mendampingi pelaku UMKM lokal dalam proses pengemasan (packaging) hingga pemasarannya yang lebih luas agar pendapatan masyarakat pesisir meningkat," tambahnya.

Menurut Rustam, berbagai sosialisasi yang dilakukan pengurus koperasi mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga kini, sekitar 200 warga Kelurahan Nalu telah resmi bergabung sebagai anggota KDKMP. Ia berharap jumlah tersebut terus bertambah sehingga manfaat program Koperasi Merah Putih sebagai salah satu program prioritas pemerintah dapat dirasakan secara luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....