Lampasio Perkuat Produksi Jagung dan Umbi Dukung Pangan Lokal

  • 30 Jun 2026 12:45 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah Lampasio terus mendorong peningkatan produksi jagung dan berbagai jenis umbi-umbian sebagai upaya mendukung program diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah Lampasio, Sunarto, kepada RRI, Senin (29/6/2026), mengatakan pihaknya bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di setiap desa terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan, khususnya jagung dan umbi-umbian yang memiliki nilai gizi dan ekonomi.

Menurutnya, pendampingan dilakukan mulai dari penggunaan benih unggul, penerapan teknik budidaya yang tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Melalui langkah tersebut diharapkan hasil panen meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jagung dan umbi-umbian merupakan bahan pangan yang dapat menjadi pengganti beras. Karena itu kami terus mengajak petani untuk memperluas areal tanam dan meningkatkan hasil produksi agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dari potensi lokal," ujar Sunarto.

Ia menjelaskan, pengembangan berbagai varietas jagung telah dilakukan secara berkelanjutan pada sejumlah kelompok tani di Lampasio. Varietas yang dipilih disesuaikan dengan kondisi lahan dan iklim setempat sehingga mampu menghasilkan produksi yang lebih optimal dan memiliki daya saing di pasar.

Selain jagung, petani juga didorong membudidayakan ubi kayu, ubi jalar, dan talas sebagai komoditas pangan alternatif. Menurut Sunarto, pengembangan tanaman tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong diversifikasi pangan nasional.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang dihadapi petani, terutama rendahnya harga jual hasil panen ketika dipasarkan ke luar daerah. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pendapatan petani dan menjadi salah satu hambatan dalam memperluas budidaya tanaman pangan non beras.

"Kami berharap pemerintah dapat membantu memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha, serta meningkatkan fasilitas pasca panen sehingga jagung dan umbi-umbian memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya.

Dengan dukungan tersebut, Kecamatan Lampasio optimistis dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan lokal di Kabupaten Tolitoli yang mampu menopang ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....