Genjot Produktivitas Kedelai di Buol, Tim Penyuluh Fokus Ubah Pola Pikir Petani
- 15 Jun 2026 09:56 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Tim penyuluh pertanian di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terus melakukan pendekatan intensif kepada para petani lokal guna menggenjot produktivitas tanaman kedelai. Langkah strategis ini diambil untuk mengubah pola pikir (mindset) masyarakat yang selama ini menganggap budidaya kedelai kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan komoditas pangan lainnya.
Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kabupaten Buol, Sardi Matara, menjelaskan bahwa peran penyuluh di lapangan saat ini berfokus pada pendampingan dan pengawalan program Kementerian Pertanian, khususnya Program Ketahanan Pangan Nasional.
"Penyuluh bertindak sebagai jembatan informasi untuk menyampaikan teknik budidaya yang tepat, syarat mendapatkan bantuan, hingga solusi penanganan hama dan penyakit tanaman," ujar Sardi kepada RRI, Sabtu 13 Juni 2026.
Menurut Sardi, tantangan terbesar yang dihadapi tim penyuluh saat ini adalah faktor edukasi. Kurangnya pengetahuan teknis mengenai budidaya kedelai membuat para petani sempat merasa tanaman ini tidak menjanjikan secara ekonomi.
Padahal, Kabupaten Buol memiliki potensi lahan yang sangat bagus untuk pengembangan komoditas kedelai. Akibat minimnya produksi lokal, daerah ini kerap mengalami ironi berupa kekurangan pasokan bahan baku untuk pembuatan tahu dan tempe.
"Para pengusaha tahu-tempe di Buol selama ini terpaksa mendatangkan kedelai dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan produksi mereka," ungkap Sardi.
Melalui pendekatan dan edukasi yang intensif, pihak penyuluh berupaya meyakinkan petani bahwa dengan teknik yang benar, kedelai sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang sangat menguntungkan.
Upaya edukasi yang masif ini dilaporkan mulai membuahkan hasil positif. Perubahan signifikan terlihat sejak para penyuluh ditarik langsung ke bawah naungan Kementerian Pertanian dalam kurun waktu enam bulan terakhir (sejak Januari).
Sejak restrukturisasi tersebut, antusiasme masyarakat Buol untuk menanam kedelai mulai meningkat. Secara perlahan namun pasti, pola pikir petani berubah dan mereka kini mulai giat kembali turun ke sawah dan ladang untuk membudidaya kedelai.
Untuk menjaga momentum positif dan menyukseskan program nasional ini, pihak penyuluh berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat memberikan dukungan konkret. Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah kepastian penyediaan benih.
Sardi menambahkan bahwa saat ini para pengusaha tahu-tempe maupun petani di Kabupaten Buol menaruh harapan besar pada pengadaan benih kedelai unggul dengan kualitas setara impor dibandingkan dengan benih lokal yang ada saat ini. Kehadiran benih unggul dinilai menjadi kunci utama untuk menghasilkan kualitas kedelai yang sesuai dengan standar industri pengrajin tahu dan tempe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....