Dampak Harga Beras Turun bagi Petani dan Daya Beli Masyarakat
- 25 Apr 2026 12:23 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli — Turunnya harga beras di pasaran menjadi perhatian serius pemerintah sekaligus masyarakat, khususnya para petani. Kondisi itu, dinilai tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga mempengaruhi stabilitas ekonomi di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Kabupaten Tolitoli, Edi Yanto, menjelaskan penurunan harga beras membawa konsekuensi dari sisi perekonomian, terutama bagi petani sebagai produsen utama.
Menurutnya, secara makro terdapat dua sisi dampak yang muncul, dari sisi negatif, turunnya harga beras berpotensi menekan pendapatan petani karena nilai jual hasil panen ikut menurun. Hal itu, dapat berdampak pada berkurangnya keuntungan bahkan berisiko merugikan petani jika tidak diimbangi dengan efisiensi biaya produksi.
Namun disisi lain, kondisi tersebut juga memberikan dampak positif, khususnya bagi masyarakat sebagai konsumen. Harga beras yang lebih rendah, dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat, terutama untuk kebutuhan pokok.
“Penurunan harga ini memang dilematis, di satu sisi petani terdampak, tetapi di sisi lain masyarakat terbantu karena daya beli meningkat,” jelasnya, Sabtu, 25 April 2026.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para petani dalam menghadapi kondisi tersebut. Langkah strategis, dinilai perlu segera dilakukan guna menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain mengendalikan kebijakan impor beras, serta memberikan dukungan kepada petani dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Dukungan tersebut, bisa berupa bantuan pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga program yang mampu menekan biaya operasional produksi.
Edi, berharap kolaborasi dari seluruh pihak dapat menghadirkan solusi yang tepat, sehingga dampak penurunan harga beras tidak merugikan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....