Air Terjun Tiga Bidadari, Permata Sunyi di Timur Halmahera

  • 31 Mar 2026 06:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Timur – Di balik rimbunnya hutan Desa Dakaino SP3 Subaim, Kecamatan Wasile Timur, tersembunyi pesona Air Terjun Tiga Bidadari yang memikat. Aliran air jernih jatuh dari tebing tinggi, menghadirkan panorama alami yang seolah menyapa setiap pengunjung yang datang.

Suara gemuruh air berpadu dengan semilir angin hutan menciptakan suasana tenang yang sulit ditemukan di tempat lain. Pepohonan hijau yang menjulang menghadirkan kesejukan alami, membuat siapa saja betah berlama-lama menikmati keindahan tersebut.

Tak heran, destinasi ini kerap dijuluki sebagai “permata tersembunyi” di Negeri Limabot Faifye Halmahera Timur yang masih alami. Keindahan yang belum banyak tersentuh menjadikan air terjun ini magnet bagi wisatawan lokal dari berbagai daerah di Maluku Utara.

Rahmawati Guret, pengunjung asal Kabupaten Halmahera Barat, menjadi salah satu yang merasakan langsung pesona alam tersebut. Ia mengaku suasana di lokasi memberikan ketenangan sekaligus pengalaman berbeda dibandingkan tempat wisata lain yang pernah dikunjungi.

“Tempatnya sangat sejuk, airnya jernih, dan masih terjaga dengan baik, seperti permata tersembunyi di Halmahera Timur,” ujarnya. Ia berharap keindahan ini tetap dijaga, sekaligus diiringi peningkatan fasilitas demi kenyamanan pengunjung yang terus berdatangan.

Di balik pesona itu, pengelolaan kawasan wisata terus diupayakan oleh Kelompok Sadar Wisata setempat secara bertahap dan mandiri. Ketua Pokdarwis, Yunus Muhammad, menyebut kondisi air di lokasi masih sangat alami dan menjadi daya tarik utama wisatawan.

Namun, ia mengakui fasilitas pendukung di kawasan tersebut belum sepenuhnya memadai untuk menunjang kebutuhan pengunjung yang semakin meningkat. Meski begitu, pengelolaan tetap berjalan berdasarkan Surat Keputusan dari Dinas Pariwisata dengan menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.

“Pengelolaan wisata ini berdasarkan Surat Keputusan Dinas Pariwisata, dan kebersihan menjadi tanggung jawab bersama pengelola,” katanya. Ia menjelaskan sebelum adanya kolaborasi dengan dinas terkait, pengembangan kawasan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Kini, harapan baru muncul seiring adanya kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata tersebut secara lebih optimal. Retribusi parkir pun diterapkan mengacu pada Peraturan Daerah, meski terdapat penyesuaian sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Tarif parkir ditetapkan bagi kendaraan roda empat dan roda dua sebagai bagian dari pengelolaan kawasan wisata yang terus berkembang. Penyesuaian tarif hingga sepuluh ribu rupiah dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan pelayanan serta keamanan bagi pengunjung yang datang.

Di sisi lain, kebutuhan infrastruktur menjadi perhatian penting dalam mendukung kenyamanan wisatawan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Akses jalan, area parkir, mushola, hingga fasilitas penunjang lainnya diharapkan segera mendapat pembenahan dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Halmahera Timur, Harmin Abdullah, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan destinasi unggulan daerah tersebut. Ia menyebut Air Terjun Tiga Bidadari telah menjadi kebanggaan masyarakat Wasile dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Kita membutuhkan kolaborasi dan sinergitas antar SKPD dalam pengembangan, karena ini sudah menjadi objek wisata unggulan masyarakat,” ucapnya. Ia memastikan pengembangan Air Terjun Tiga Bidadari akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah pada tahun 2027 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....