Cerita Nurjannah, Ciptakan Produk Fesyen dengan Inovasi Alam

  • 13 Agt 2024 17:34 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Ecoprint adalah teknik cetak menggunakan bahan alami ramah lingkungan yang bisa digunakan pada banyak media. Teknik inilah yang mengantarkan Nurjannah sukses dengan usaha fesyennya yang diberi label nama "Mayana Ecoprint".

Kepada RRI, Nurjannah bercerita tentang inspirasi kata "Mayana" dalam label usahanya. Ternyata, muasal nama itu terinspirasi dari tanaman Miana yang dalam bahasa melayu Ternate familier dengan penyebutan "Mayana".

Tanaman Miana ini banyak tumbuh pada daerah yang memiliki tanah agak lembab atau sedikit berair. Tanaman ini banyak dijumpai di daerah tertentu saja, dan penyebarannya hampir merata di seluruh wilayah Maluku Utara.

Daun dari tanaman ini pun banyak digunakan sebagai obat sejak zaman dulu. Selain cantik, ekstrak daun mayana menghasilkan beberapa warna seperti merah muda, merah keunguan dan merah kehitaman.

Hal inilah yang menginspirasi Nurjannah manamai dan menjadikan mayana sebagai bahan utama dalam produk fesyennya.

Nurjannah, tampak memegang salah satu kain batik dari rumah produksinya saat menjadi narasumber dalam program "Mozaik Indonesia" Tematik UMKM di Pro 1 RRI Ternate, Selasa (13/8/2024). (Foto: RRI/Ferdy Nursali)

Kini produk fesyen produksi Nurjannah tak hanya menggunakan daun mayana. Namun sudah berkembang memanfaatkan rempah-rempah khas Maluku Utara dan ekstrak dedaunan lain yang mudah dijumpai di alam.

Dengan memanfaatkan bahan alami itulah, telah banyak variasi produk Ecoprint yang telah ia hasilkan. Tidak tidak hanya kain batik, produk Mayana Ecoprint juga terdiri dari beragam variasi produk fesyen.

Seperti produk pakaian pria dan wanita, jilbab, pasmina, blazer, hingga produk berupa jas. Selain itu, ada produk sepatu dan tas dengan desain daun mayana dapat dijumpai di rumah produksinya.

Nurjannah mengatakan, proses pembuatan produk ecoprint di antaranya menggunakan beberapa teknik. Misalnya teknik pounding atau dipukul, teknik steam atau dikukus, hingga teknik direbus.

Dalam proses produksinya, awal pewarnaan memanfaatkan palu kayu. Palu kayu dipakai untuk memukul daun hingga menempel di kain.

"Kemudian kainnya direbus atau dikukus dengan waktu 2 hingga 3 jam lamanya. Setelah itu dijemur atau diangin-anginkan sampai kering" ujar Nurjannah dalam program Mozaik Indonesia Tematik UMKM di Pro 1 RRI Ternate, Selasa, (13/8/2024).

Nurjannah (kanan) mengalungkan syal "Mayana Ecoprint" kepada Kepala RRI Ternate, Agus Rusmin Nuryadin di lobi utama kantor RRI Ternate, Selasa (13/8/2024). (Foto: RRI/Dhavi Baba)

Untuk mengerjakan produknya, ia memiliki karyawan yang di antaranya adalah para disabilitas. Dari sinilah program pemberdayaan pun ia jalankan.

Para disabilitas pekerja pada usahanya itu, bekerja disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki. "Saat ini ada 10 orang karyawan yang dipekerjakan pada (UMKM) Serba Usaha, dan 4 orang khusus pada usaha ecoprint", kata Nurjannah, menjelaskan.

Dia menuturkan, produknya kini tidak hanya diminati konsumen lokal, namun telah merambah hingga mancanegara. Negara-negara yang telah menjadi pasar Mayana Ecoprint di antaranya Malaysia, Australia, hingga Thailand.

Di Kota Ternate, produknya bisa diperoleh di rumah produksi Mayana Ecoprint di Kelurahan Santiong. Produknya juga hadir di beberapa tempat, seperti Pusat Oleh-oleh Tara No Ate hingga di Kriya Nusantara Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Pose Nurjannah (kanan) dengan Helda Kamarullah, penyiar Pro 1 RRI Ternate usai dialog Mozaik Indonesia, Selasa (13/8/2024). (Foto: RRI/Dhavi Baba).

Selain itu, Mayana Ecoprint juga kerap hadir dalam setiap pameran gagasan pemerintah di dalam maupun luar Maluku Utara. Produk fesyen Mayana Ecoprint juga dapat dipesan via daring di platform media sosial.

Di antaranya melalui Facebook, Instagram dan WhatsApp Mayana Ecoprint. Kini omset pertahun yang diperoleh dari usahanya itu berkisar antara Rp300 hingga R400 juta.

Nurjannah berujar, dalam waktu dekat akan mengembangkan inovasi eco batik dengan menggunakan pewarna alam. Dari segelintir cerita tadi, dia memiliki pesan kepada pelaku usaha sejawatnya, maupun yang baru merintis agar tetap semangat berkarya.

Diharapkan para pelaku UMKM khususnya di Kota Ternate dan Maluku Utara tetap semangat. Terus berkarya, berinovasi dan berkreasi dengan produk-produk yang dihasilkan", kata Nurjannah, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....