Etape Empat Belas Bawaslu Maluku Utara

  • 21 Sep 2026 18:31 WIB
  •  Ternate

Oleh: Rusly Saraha, Komisioner Bawaslu Provinsi Maluku Utara

Pagi tadi, Senin 21 September 2026, kami menggelar puncak Refleksi 14 Tahun Bawaslu Provinsi Maluku Utara. Acara digelar di Pendopo, dekat kantor, masih di halaman Bukit Pelangi.

Semua komisioner Bawaslu Provinsi hadir, kecuali Kordiv PP dan Datin, Sumitro Muhamadia. Ia sedang menghadiri giat Bawaslu RI di Jakarta. Hadir pula Kasek baru kami, Screning Yosmar Dano yang sekitar satu bulan lalu bertugas di Bumi Kie Raha. Yosmar Dano, sebelumnya malang melintang dengan suasana istimewa sebagai Kasek Jogjakarta. Ia berasal dari Pulau Rote, pulau terselatan di Indonesia.

Personil Kabupaten/ Kota, hadir punggawa Bawaslu Ternate, Kifli Sahlan dan Suryadi, juga Kasek Hamdy Alaydrus. Ada juga ketua Morotai, Ramla Molle yang kebetulan ada di Ternate dan bergabung bersama di Bukit Pelangi. Yang lainnya muncul via online dari zoom meeting.

Ada yang berbeda dari refleksi kali ini, yakni diluncurkannya Buku SPASI, Sinergi Pengawasan, Penindakan dan Integritas. Buku ini ditulis oleh 30 orang yang seluruhnya berasal dari internal Bawaslu Maluku Utara dan Bawaslu Kabupaten/ Kota se- Maluku Utara. Ya, karya ini bak refleksi “Orang Dalam” atas jejak kisah dan kinerja yang dilewatinya.

Sebuah kisah hanya akan menjadi kenangan bagi mereka yang melewatinya. Ia terlampau begitu individualis. Jika kisah itu ditulis, maka ia bisa menjadi sumber informasi, syukur-syukur jika catatan itu bisa memperkuat bahan pembelajaran dan penguatan kinerja masa datang, pun menjadi lebih berarti jika mampu memberi inspirasi.

Sebagai salah satu Tim Editor di buku ini, saya senang karena target bisa tergapai, pun Launchingnya tepat waktu di Momen Ultah Bawaslu Malut. Karya ini disunting bersama, saya, Nasaruddin Amin (Anas) dan A.M. Farid Paradigma. Kami membagi secara acak tugas editing dengan tiap orang meramu sepuluh tulisan. Tak mudah memang, tetapi kami mungkin telah terbiasa dengan kerja-kerja menantang, kadang menjadi sensasi tersendiri manakala harus memutar otak, meramu kata-kata, mengkoneksikannya menjadi kalimat, lalu mengaitkan setiap helaian paragraf ke paragraf.

Saya berterimakasih kepada Bayu Arifian dan Sri Abdurrahman yang dengan cekatan mengumpulkan tulisan “Orang Dalam” tersebut. Selain kami di Bawaslu Provinsi, sepuluh kabupaten/ kota mewakilkan personilnya dalam sadakah tulisan yang berasal dari komisioner maupun jajaran sekretariat.

Tuntas? Ya, kerja untuk menghasilkan karya itu telah beres. Kata orang jika sebuah karya telah dibukukan, maka ia telah menjadi milik publik. Mau dinikmati boleh, dikritisi bisa juga, itu terserah khalayak. Yang pasti buku ini menjadi produk intelektual sekaligus pemberi kabar bahwa kerja mengawasi dengan kecerdasan itu benar-benar terbentang jalannya. Ruang literasi demokrasi itu terbuka dan kita sedang menata tradisi yang baik untuk terus tumbuh dan lestari.

Selain buku “SPASI” kita juga melaunching tiga aplikasi. AI-WASLU yang digagas Farid sebagai medium memuluskan kinerja pengawasan, SIGARU oleh Isat Susanto untuk menata gudang data dan informasi yang cepat dan aksesibel, serta aplikasi AKSARA yang dimotori Samuel demi patokan bagi pelaksanaan indikator kinerja lembaga dan jajaran.

Sebelum momen puncak, Bawaslu Malut bekerjasama dengan PMI menggelar donor darah di hari Jumat, 18 September 2026. Alhamdulillah, ada 20 pendonor dari Bawaslu Malut dan Bawaslu Kota Ternate berhasil mengalirkan darahnya untuk kemanusiaan. Bantuan kecil ini mungkin sederhana, tetapi ia amat diperlukan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Jumat pagi selain donor darah, ada giat internal yang kami sebut JUMPA BERLIAN. Di momen ini, tiap-tiap bagian menata tamannya masing-masing dengan rupa-rupa tanaman yang bisa menghadirkan lingkungan yang asri. Jumat pagi itu pula, ada dialog pagi yang difasilitasi RRI Ternate perihal refleksi pengawasan Bawaslu Maluku Utara. Bagian ini, saya mesti berterimakasih kepada Kepala RRI Ternate, Kang Agus Rusmin, juga host serba bisa Sofyan Togubu.

Sabtu malam, 19 September 2026 kami menggelar Friendly Match Mini Soccer di Kotabaru. Empat tim ambil bagian, diantaranya tim tuan rumah Bawaslu Malut, KPU Malut, Jurnalis FC dan OKP. Sebagai ajang “Cari Suar”, sepakbola menjadi ruang paling efektif untuk merekatkan silaturrahmi dan kerja kolaboratif.

Di lapangan adu skill terjadi, meski tak secanggih bintang kaliber dunia, tetapi selalu saja ada momen-momen seru yang tersisa di atas rumput hijau. Laga final mempertemukan tim Bawaslu Malut vs Jurnalis FC. Pertandingan berjalan alot dengan parade saling serang dari berbagai lini. Skor akhir empat sama menutup pertandingan yang dilanjutkan dengan adu pinalti yang dimenangkan Bawaslu Malut dengan skor pinalti 3-2. Paman Othy, kiper Bawaslu Malut menjadi man of the match dengan penyelamatan gemilang, sekaligus gol pamungkas yang dilesakkannya ke gawang Jurnalis FC.

Sepakbola memang begitu, kadang membawa energi tersendiri. Meski hanya bertajuk “Friendly Match”, tetapi ada semacam harga diri untuk berjuang tanpa henti memberi hasil terbaik sebagai kampiun. Bawaslu Malut Cup itu akhirnya tetap dibawa pulang ke Etihad Bukit Pelangi, tiga tahun sebelumnya saat laga di Waterboom Kayu Merah, kami tampil sebagai the winner setelah menang tipis adu pinalti versus tim KPU Malut.

Pada Minggu pagi, 20 September 2026, kami menggelar jalan sehat pengawasan partisipatif. Untuk giat ini, saya tak sempat hadir sebab pas bangun pagi, kaki terasa encok karena terlalu bersemangat atraksi bola di lapangan Kotabaru.

Beruntung semua desain acara untuk memeriahkan Ultah Bawaslu Malut berjalan dengan baik. Kepada BNI dan BRI, terimakasih atas supporting-nya. Di ruang ini, saya mesti memberi hormat dan apresiasi atas kekompakan panitia HUT Bawaslu Malut ke-14 yang bekerja efektif, saling menopang mensukseskan acara ditengah berbagai keterbatasan.

Kini kita telah melewati etape ke empat belas. Di setiap pertambahan usia, ada saja kenangan yang tertumpah. Kadang sebuah momentum menjadi semacam monumen peringatan, ruang evaluatif dan refleksi seberapa tepat arah yang kita tempuh, apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki, apa yang keliru dan butuh ketepatan eksekusi, apa yang masih standar dan urgen tuk’ dimodifikasi.

Pada titik ini, kita telah menjejakkan berbagai langkah. Seberapa-pun jauh langkah yang ditempuh, ia kan berarti manakala bisa memberi makna. Ada manfaat yang terasa bagi Pemilu yang jujur, adil dan berkualitas, serta bagi terbukanya gerbang demokrasi yang bermartabat.

Untuk semua senyum tipis dan peran tebal itu, mari kita teguhkan dan teruskan. Ya, teguhlah berkolaborasi dan teruslah berkontribusi. Bersama rakyat awasi Pemilu. Bersama Bawaslu, Tegakkan Keadilan Pemilu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....