Obituari: Selamat Jalan Sang Visioner, M Al Yasin Ali
- 15 Agt 2026 06:11 WIB
- Ternate
Oleh: Dr. Abubakar Abdullah (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara)
Kabar duka itu saya baca selepas subuh melalui sebuah grup WhatsApp. Seorang pemimpin yang dikenal low profile, bersahaja, dan kaya gagasan telah berpulang ke hadirat Allah SWT, pada Jumat 15 Agustus 2026 di Makassar Sulawesi Selatan.
Almarhum Bapak M. Al Yasin Ali merupakan sosok birokrat yang meniti karier dari jenjang paling bawah. Pengalaman panjang dalam pemerintahan mengantarkannya hingga mencapai puncak pengabdian sebagai Bupati Halmahera Tengah. Setelah itu, beliau melanjutkan pengabdiannya di tingkat Provinsi Maluku Utara sebagai Wakil Gubernur, mendampingi almarhum KH. Abdul Gani Kasuba.
Saya sendiri berkesempatan mengenal beliau lebih dekat ketika menjabat sebagai wakil gubernur. Kesan yang saya tangkap begitu kuat: beliau adalah pribadi yang baik, terbuka, rendah hati, namun memiliki visi yang besar mengenai arah pembangunan dan percepatan kemajuan Maluku Utara.
Saya masih mengingat satu kesempatan ketika kami sama-sama menunggu sidang paripurna DPRD. Dalam waktu yang tidak terlalu panjang, kami berbincang cukup banyak, mulai dari hal-hal ringan hingga membahas persoalan pembangunan dan bagaimana mendorong percepatan pembangunan Provinsi Maluku Utara.
Sebagai mantan Bupati Halmahera Tengah yang telah meletakkan sejumlah fondasi pembangunan di daerah tersebut, beliau memiliki keinginan untuk membawa praktik-praktik baik yang pernah dilakukan di daerahnya ke tingkat provinsi.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah pembangunan kesadaran dan disiplin aparatur pemerintahan.
Dalam percakapan tersebut, beliau menyampaikan sebuah gagasan yang sederhana, tetapi menurut saya memiliki perspektif yang sangat visioner: pemerintah perlu berani menyediakan rumah bagi ASN di Sofifi, termasuk bagi para pejabatnya.
Gagasan tersebut pada pandangan pertama mungkin terlihat sederhana. Namun, jika ditempatkan dalam konteks persoalan Sofifi selama satu dekade terakhir, kebutuhan akan perumahan merupakan salah satu persoalan mendasar yang turut memengaruhi keberadaan dan aktivitas ASN di ibu kota Provinsi Maluku Utara.
Beliau memandang persoalan itu secara teknokratis dan berorientasi pada pemecahan masalah. Bagi beliau, menyelesaikan satu persoalan mendasar dapat menciptakan dampak berantai terhadap persoalan-persoalan lainnya.
Ketersediaan perumahan, menurut beliau, akan memudahkan ASN untuk menetap di Sofifi. Ketika ASN menetap, aktivitas pemerintahan akan semakin hidup. Aktivitas pemerintahan yang berkembang kemudian akan mendorong bergeraknya ekosistem ekonomi dan sosial di Sofifi.
Pada akhirnya, kondisi tersebut akan mempercepat pertumbuhan Sofifi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara.
Percakapan sederhana itu menjadi salah satu bagian yang hingga kini masih saya ingat.
Namun, waktu mengharuskan percakapan tersebut berakhir. Kami mendapat informasi bahwa sidang paripurna DPRD akan segera dimulai. Kami pun berpisah tanpa pernah menyangka bahwa perbincangan tersebut akan menjadi salah satu kenangan terakhir saya bersama beliau.
Kini, beliau telah berpulang.
Kepergian seorang pemimpin tidak semata-mata meninggalkan kesedihan karena berakhirnya sebuah perjalanan hidup. Lebih dari itu, kepergian seorang pemimpin mengajak kita untuk melihat kembali gagasan, pengabdian, dan jejak yang telah ditinggalkannya.
Seorang pemimpin tidak selalu dikenang dari lamanya memegang jabatan. Ia dikenang dari gagasan yang diwariskan, fondasi yang dibangun, serta kebaikan yang pernah dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
Almarhum M. Al Yasin Ali telah melalui perjalanan panjang dalam pengabdian. Dari seorang birokrat, teknokrat, kepala daerah, hingga menjadi bagian dari kepemimpinan Provinsi Maluku Utara.
Beliau telah meninggalkan jejak dalam perjalanan pemerintahan daerah ini.
Bagi saya, salah satu nilai penting yang dapat dikenang dari sosok beliau adalah keberaniannya melihat persoalan bukan sekadar sebagai hambatan, melainkan sebagai sesuatu yang harus dicarikan jalan keluar.
Gagasan mungkin tidak selalu dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Sebuah percakapan pun tidak selalu sempat dituntaskan. Namun, pemikiran tentang bagaimana membangun Maluku Utara dengan lebih cepat, lebih tertata, dan lebih manusiawi dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Selamat jalan, Bapak M. Al Yasin Ali.
Semoga seluruh gagasan baik yang pernah beliau sampaikan menjadi bagian dari ikhtiar panjang membangun Maluku Utara.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan dosa, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Selamat jalan.
Al-Fatihah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....