Langkah Maju Menyongsong Transformasi IAIN ke UIN SUBA
- 13 Jul 2025 18:57 WIB
- Ternate
(Sebuah Impian Besar untuk Generasi Maluku Utara)
Oleh: Hilman Idrus, Humas IAIN Ternate
"Transformasi IAIN ke UIN memang merupakan langkah tepat dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, serta proses integrasi keilmuan agama Islam dengan sains, dan mewujudkan SDM yang berkualitas di Maluku Utara,” Rektor IAIN Ternate, Prof Radjiman Ismail.
Ucapan ini sering dilontarkan Rektor IAIN Ternate, Prof Radjiman Ismail, M.Pd di berbagai kesempatan; baik saat berlangsungnya kegiatan-kegiatan akademik di kampus IAIN Ternate, maupun saat momen penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IAIN Ternate dengan sejumlah instansi dan lembaga pemerintah.
Rektor dan sivitas akademika IAIN Ternate memang berkeinginan melakukan transformasi IAIN ke Universitas Islam Negeri Sultan Baabullah (UIN SUBA) Ternate. Karena, jika kampus yang berdiri pada tahun 1965 ini, tetap dengan status Institut, praktis sulit menghadirkan fakultas baru disertai prodi-prodi umum.
Untuk itu, upaya yang tengah diusung saat ini, agar IAIN Ternate secepatnya meraih status Universitas. Lantas apa sih dampak positif dari langkah transformasi IAIN ke UIN untuk masyarakat Maluku Utara? Tentu, seperti penegasan rektor IAIN Ternate di atas, karena jika IAIN Ternate sudah menggenggam status UIN. Praktis, penambahan fakultas baru, seperti prodi-prodi di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) digeser menjadi fakultas baru.
Jadi, ketika sudah menyandang status UIN, Fakultas Ushuluddin dan Adab berdiri sendiri menjadi Fakultas Ushuluddin, tidak lagi bernama Ushuluddin Adab dan Dakwah. Karena sejumlah prodi telah dipisahkan. Walaupun begitu, terjadi penambahan prodi pada fakultas ushuluddin, seperti prodi studi agama-agama, Aqidah dan filsafat Islam, Ilmu Alquran dan Tafsir, Ilmu hadits, dan prodi ilmu Tasauf.
Lantas fakultas baru pecahan dari FUAD itu apa? fakultas baru tersebut bernama Fakultas Adab dan Humaniora, fakultas ini nantinya mengelola 5 (lima) prodi di antaranya: Prodi Ilmu Perpustakaan, Sejarah Peradaban Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Bahasa dan Sastra Inggris, serta prodi Tarjamah (prodi yang menitikberatkan pada mempelajari penerjemahan bahasa Arab ke Bahasa Indonesia).
Lalu apakah hanya fakultas Adab dan Humaniora sebagai anak dari FUAD? Tentu tidak, ada fakultas lain juga, namanya fakultas dakwah dan ilmu komunikasi, yang merupakan pecahan dari FUAD. Untuk fakultas dakwah dan ilmu komunikasi nantinya mengelola sejumlah program studi, seperti prodi jurnalistik, kesejahteraan sosial, manajemen dakwah, bimbingan dan penyuluh Islam, serta komunikasi dan penyiaran Islam (KPI), khusus prodi KPI saat ini masih berada di bawah FUAD, tapi saat IAIN Ternate resmi menjadi UIN mereka mengucapkan selamat berpisah dari FUAD.
Sementara untuk fakultas Syari’ah, jika telah alih status IAIN ke UIN, nama fakultas ikut berubah, yakni fakultas syariah dan hukum. Untuk fakultas yang satu ini, bakal terjadi penambahan program studi, seperti prodi baru perbandingan mazhab dan prodi ilmu hukum.
Selain itu ada juga penambahan fakultas baru, seperti fakultas Dirasat Islamiyah, fakultas ini nantinya lebih konsentrasi belajar soal ilmu-ilmu ke-Islam-an, dan tak menutup kemungkinan ada program studi di fakultas tarbiyah juga ditarik masuk pada fakultas yang satu ini. Nah, selain fakultas yang mengelola prodi-prodi ke-Islam-an, tentu ada fakultas yang membawahi prodi-prodi umum, seperti fakultas Psikologi, yang konsentrasi penuh pada satu program studi, yakni prodi psikologi.
Dan juga bakal ada fakultas Sains dan Teknologi, fakultas ini nantinya menarik 2 prodi di fakultas Tarbiyah yaitu prodi tadris matematika dan tadris biologi dan menjadikan sebagai prodi di fakultas sains dan teknologi.
Kemudian ditambah dengan prodi-prodi baru seperti Teknik Informatika, Agribisnis, Sistem Informatika, Fisika, Kimia dan Teknik Pertambangan. Jadi, total fakultas yang satu ini nantinya mengelolah 8 prodi karena ditambah matematika dan biologi.
Lalu ada fakultas baru, yaitu fakultas ilmu kesehatan. Untuk fakultas yang satu ini, nantinya mengelolah 3 program studi, di antaranya, prodi kesehatan masyarakat, prodi farmasi, dan prodi ilmu keperawatan. Apakah hanya fakultas-fakultas tersebut saja? Tentu tidak, jika IAIN telah resmi bertransformasi ke UIN, praktis ada juga penambahan fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Untuk fakultas yang satu ini, ada 2 program studi yang bakal dikelola, yaitu prodi Sosiologi dan Ilmu Politik. Dan tak menutup kemungkinan, jika ke depan, bisa juga dihadirkan Prodi Hubungan Internasional (HI) di fakultas ini.
Dan salah satu fakultas yang menjadi impian Rektor IAIN Ternate Prof Radjiman adalah Fakultas Kedokteran. Ia sangat ngebet, jika IAIN Ternate resmi menyandang status UIN, ia bakal berupaya untuk menghadirkan fakultas kedokteran. Karena Fakultas Kedokteran yang nantinya mengelola program Studi Pendidikan Dokter dinilai sangat tepat untuk dihadirkan, demi memenuhi dan membuka akses kepada anak muda di Maluku Utara meraih sarjana kedokteran.
Namun, untuk Fakultas Kedokteran, tentu berbeda dengan fakultas lainnya. Mengapa berbeda, jika fakultas lain ketika IAIN alih status ke UIN, praktis resmi berdiri, sementara Fakultas Kedokteran harus membutuhkan kesiapan-kesiapan sarana prasarana terlebih dahulu, baru kemudian diusulkan untuk dibuka.
Itulah mengapa saat ini rektor dan sivitas akademika IAIN Ternate, terus berupaya keras untuk menancapkan langkah maju demi transformasi IAIN ke UIN. Karena, hanya ingin mewujudkan hal tersebut (penambahan fakultas dan prodi baru).
Dengan harapan, ke depan UIN Suba Ternate dapat melahirkan SDM-SDM handal di Maluku Utara, yang nantinya berkontribusi untuk pembangunan Maluku Utara. Dan dengan alasan itulah, IAIN Ternate mulai menyiapkan sarana prasarana, termasuk kampus II yang diperuntukkan untuk Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) di kelurahan Gambesi Ternate Selatan.
Untuk kampus II ini, diapit oleh dua perguruan tinggi: Universitas Khairun Ternate dan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Untuk proses perkuliahan di kampus II, berdasarkan perencanaan, bakal dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Karena saat ini, tengah dilakukan berbagai kesiapan, seperti pemasangan jaringan listrik, PDAM, serta jaringan internet. Dan tak menutup kemungkinan, di tahun-tahun mendatang, bakal dibangun Rusunawa untuk mahasiswa yang berada di dekat kampus.
Kampus II ini memiliki fasilitas (sarana prasarana) penunjang aktivitas perkuliahan yang komplit, jadi setiap program studi memiliki laboratorium dan sarana perkuliahan yang representatif, sehingga dinamakan gedung kuliah terpadu IAIN Ternate. Lalu apakah IAIN Ternate hanya membangun kampus II di kelurahan Gambesi? Tentu tidak. Karena IAIN Ternate juga memiliki lahan di kecamatan Jailolo Selatan yang bakal diprioritaskan sebagai kampus III.
Ini semua dilakukan untuk melengkapi syarat sebagai UIN SUBA Ternate. Jadi, mari ajak anak-anak muda kuliah di IAIN Ternate, karena nantinya mereka bakal menjadi bagian dari sejarah kampus ini, terlebih pada tahun mendatang jika telah resmi beralih status ke UIN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....