Kurikulum Merdeka dan Deep Learning
- 18 Mei 2025 10:03 WIB
- Ternate
Oleh: Syahril Muhammad
Dosen FKIP Unkhair dan Ketua AP3KnI Wilayah Malut
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kerangka pemahaman sekaligus diskusi mengenai kedua konsep kurikulum yang tengah popular di kalangan praktisi Pendidikan saat ini. Meski Kurikulum Merdeka dan Deep Learning berbeda dalam konteks, keduanya memiliki tujuan serupa: menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan berarti bagi siswa. Namun, setiap pendekatan memiliki cara yang berbeda.Kurikulum Merdeka menekankan pada kebebasan dan otonomi sekolah dalam merancang kurikulum yang sesuai.
Ini memberikan guru keleluasan dalam memilih materi yang tepat untuk kebutuhan dan situasi siswa. Fokus utamanya adalah pengembangan karakter dan kemampuan abad 21, serta mendorong siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Di sisi lain, Deep Learning berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam dan signifikan. Ini mengedepankan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, serta mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman hidup nyata, yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan mereka sendiri.
Kedua pendekatan ini menjadikan siswa sebagai pusat dari proses pembelajaran, memberikan fleksibilitas dalam cara belajar dan berusaha menghubungkan Pendidikan dengan realitas kehidupan sambal mendorong partisipasi aktif.Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan secara menyeluruh yang menitikberatkan pada struktur dan organisasi pembelajaran, sedangkan Deep Learning adalah metode pembelajaran yang lebih menekankan pada proses.
Kurikulum Merdeka memberi wadah yang luas bagi sekolah untuk menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan relevan, sehingga Deep Learning bisa menjadi salah satu metode untuk meraih tujuan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dan Deep Learning saling melengkapi satu sama lain. Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka yang luas, sementara Deep Learning menawarkan pendekatan yang lebih detail. Dengan mengkombinasikan kedua pendekatan ini, diharapkan tercipta proses pembelajaran yang lebih berarti, relevan dan efektif bagi siswa.
Kurikulum Deep Learning adalah sistem yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa melalui pendekatan yang lebih mendalam. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih manis dan bermakna bagi siswa. Ini didukung oleh tiga pilar utama dalam Kurikulum Deep Learning, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning,dan Joyful Learning.
Penelitian mengenai deep learning telah dilakukan sejak tahun 80-an, tetapi baru dikembangkan kembali seiring dengan kemajuan teknologi saat ini. Penerapan deep learning di computer memungkinkan pengolahan data mirip dengan cara otak manusia bekerja.Metode deep learning dapat mengenali pola kompleks dalam gambar, teks, suara, dan data lainnya yang menghasilkan wawasan serta prediksi yang akurat.
Dengan demikian, kecerdasan buatan dapat menyelesaikan berbagai tugas secara mandiri tanpa campur tangan kecerdasan manusia. Kurikulum Deep Learning mengintegrasikan tiga elemen penting yang dikembangkan agar siswa dapat menguasai pengetahuan sambil memperoleh pengalaman yang lebih berarti.
1. Mindful LearningMindful Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam diskusi dan ekspremen dengan mengumtamakan kebutuhan serta kemampuan masing-masing individi. Misalnya, seharusnya guru tidak hanya menyampaikan teori Ketika mengajarkan sains, tetapi juga membimbing siswa untuk memahami penerapan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
2. Meaningful LearningMeaningful Learning mengajak siswa untuk mengerti alasan di balik setiap materi yang mereka pelajari. Contohnya, guru dapat menjelaskan kegunaan konsep ekonomi dalam pengelolaan keuangan atau manajemen logistik. Dengan pemahaman ini, diharapkan siswa akan lebih termotivasi untuk belajar.
3. Joyful Learning, Joyful Learning lebih menekankan pada kepuasan yang berasal dari pemahaman yang mendalam, bukan hanya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Sebagai contoh, guru bisa melakukan simulasi atau diskusi saat mengajarkan sejarah agar siswa benar-benar memahami konsepnya, bukan hanya sekadar menghafal. Dengan demikian, kurikulum deep learning adalah program pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui tiga aspek utama, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Kurikulum Merdeka dan Deep Learning saling mendukung satu sama lain. Kurikulum Merdeka menawarkan kerangka yang luas, sedangkan Deep Learning menyajikan metode pembelajaran yang lebih terarah. Dengan menggabungkan kedua elemen ini, diharapkan dapat tercipta proses belajar yang lebih relevan, bermakna, dan efektif untuk para siswa. Kurikulum Merdeka akan dialihkan menjadi Kurikulum Deep Learning.
Kurikulum Deep Learning merupakan sistem ajar yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa melalui pendekatan yang lebih mendalam. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih berarti serta menyenangkan bagi siswa. Ini didasarkan pada tiga pilar utama dalam Kurikulum Deep Learning, yaitu Pembelajaran Sadar, Pembelajaran Bermakna, dan Pembelajaran Menyenangkan.Kurikulum Deep Learning adalah pengajaran yang ditujukan untuk memperdalam pemahaman siswa melalui pemikiran kritis, eksplorasi, dan partisipasi aktif.
Hal ini sejalan dengan pendangan Rometdo Muzawi, bahwa deep learning merupakan bagian dari kecerdasan buatan (AI) dan machine learning yang menggunakan jaringan saraf berlapis untuk menyelesaikan tugas dengan tingkat akurasi yang tinggi. Pendekatan deep learning telah digunakan sejak tahun 1980-an, tetapi baru mulai berkembang kembali dalam era teknologi modern saat ini. Implementasi deep learning pada komputer memungkinkan memproses data dengan cara yang mirip dengan fungsi otak manusia.
Metode deep learning dapat mendeteksi pola-pola kompleks dalam gambar, teks, suara, dan berbagai jenis data lainnya sehingga bisa menghasilkan wawasan dan prediksi yang tepat. Dengan demikian, kecerdasan buatan dapat menyelesaikan berbagai tugas secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manusia. Kurikulum Deep Learning menyatukan tiga elemen utama yang dikembangkan agar siswa tidak hanya menguasai pengetahuan tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih berarti.
1. Pembelajaran yang Sadar pembelajaran yang yang sadar memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam diskusi dan percobaan dengan memperhatikan kebutuhan serta potensi masing-masing individu. Sebagai contoh, diharapkan guru tidak hanya menyampaikan teori dalam pengajaran sains, tetapi juga membantu siswa melihat aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pembelajaran yang bermakna pembelajaran yang bermakna mendorong siswa untuk memahami alasan di balik setiap materi yang mereka pelajari. Misalnya, sehari-hari guru dapat menjelaskan bagaimana konsep Ekonomi bermanfaat dalam pengelolaan keuangan atau logistik. Harapannya, pemahaman ini mampu meningkatkan semangat belajar.
3.Pembelajaran yang menyenangkan pembelajaran yang menyenangkan menekankan pada kepuasan dari pemahaman yang mendalam, tidak hanya bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Contohnya, guru bisa mengadakan simulasi atau diskusi dalam pelajaran sejarah agar siswa bisa memahami konsep bukan sekedar menghafal. Dengan demikian kurikulum pembelajaran mendalam adalah program Pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui tiga aspek utama, yaitu pembelajaran yang aadar, pembelajaran yang bermakna, dan pembeajaran yang menyenangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....