Kolaborasi Lintas Sektor, Kunci Atasi Krisis Sosial di Maluku Utara
- 13 Apr 2025 13:22 WIB
- Ternate
- Oleh: Hj. Masni BSA, SH, MM.(Ketua PW BKMT Maluku Utara)
KBRN, Ternate: Provinsi Maluku Utara saat ini tengah menghadapi tantangan serius yang mengancam ketahanan sosial masyarakat, mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga maraknya penyalahgunaan minuman keras. Situasi ini bukan hanya alarm bagi pemerintah, tapi juga bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dan membangun sinergi yang kuat lintas sektor.
Data dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara mencatat, sejak 2016 hingga 2021 terdapat 90 kasus bunuh diri, dengan Halmahera Utara menjadi wilayah tertinggi yakni 62 kasus. Sementara itu, laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Maluku Utara pada tahun 2024 menunjukkan bahwa telah terjadi 464 kasus kekerasan, termasuk 274 kasus yang melibatkan anak-anak.
Tidak kalah mengkhawatirkan, Polda Maluku Utara melaporkan penyitaan lebih dari 3.000 liter minuman keras dalam berbagai operasi selama tahun politik menjelang Pilkada 2024. Fakta ini menunjukkan bahwa ada problematika serius yang harus diatasi secara sistemik dan melibatkan banyak pihak.
Dalam menyikapi hal ini, HIMPSI Malut telah menyerukan pentingnya layanan kesehatan mental yang merata hingga ke tingkat desa, termasuk edukasi rutin dan kehadiran psikolog di puskesmas. DPPPA pun telah menyediakan UPTD PPA serta PUSPAGA, dua layanan utama yang secara aktif memberikan pendampingan, edukasi, dan penanganan terhadap korban kekerasan dan gangguan psikologis.
Namun, peran pemerintah dan aparat saja tidak cukup. Keterlibatan organisasi masyarakat, keagamaan, dan komunitas lokal adalah kunci dalam membangun benteng sosial yang tangguh. Organisasi keagamaan, dalam hal ini, memiliki posisi strategis dalam memberikan nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat menenangkan hati serta menumbuhkan harapan hidup masyarakat.
Sebagai Ketua PW Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Maluku Utara, saya percaya bahwa penguatan sisi spiritual adalah fondasi utama dalam mencegah kejahatan sosial. BKMT, melalui kegiatan pembinaan rohani dan pengajian rutin, terus berkomitmen mendampingi umat agar semakin dekat dengan Allah SWT, sembari memperkuat ketahanan mental dalam menghadapi ujian hidup.
Melalui forum-forum keagamaan seperti majelis taklim, masyarakat diajak untuk memahami bahwa hidup tidak lepas dari tantangan. Namun, dengan kesabaran, iman, dan lingkungan sosial yang suportif, setiap individu akan memiliki kekuatan untuk tidak menyerah, tidak melukai diri sendiri, dan tidak menyakiti orang lain.
Kami percaya, jika semua pihak bersinergi—mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi perempuan, pemuda, hingga media—maka Maluku Utara akan mampu keluar dari bayang-bayang krisis sosial ini. Kita harus menjadikan tragedi sebagai titik balik, bukan sekadar statistik.
Semoga dengan kolaborasi yang nyata, ditopang oleh nilai-nilai agama dan kemanusiaan, kita bisa menjadikan Maluku Utara sebagai provinsi yang aman, damai, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. Sudah waktunya kita membangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur moral dan spiritual masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....