Resensi Buku: Anak Kolong yang Sukses Jadi Pamong

  • 26 Jan 2025 16:41 WIB
  •  Ternate
  • Oleh: Bahrudin Kadir
  • KBRN, Sofifi: Anak Kolong Yang Sukses Jadi Pamong adalah sebuah autobiografi yang diterbitkan PT Kanisius-Yogyakarta, menceritakan perjalanan hidup atau karier (Journey of life or carrier), Samsudin Abdul Kadir, seorang Pejabat atau pemimpin atau pamong yang sukses meniti karier birokrasi (pemimpin/pamong) sebagai Penjabat (PJ), Gubernur Maluku Utara.

    Buku ini mengupas dan menyuguhkan kisah inspiratif dari masa kecilnya hingga menjadi Penjabatat Gubernur Maluku Utara. Pemilihan Judul “Anak Kolong Yang Sukses Menjadi Pamong”. (Terminologi Anak Kolong, adalah sebutan untuk anak-anak TNI/Polri) mendeskripsikan pengalaman hidup yang dilalui, diibaratkan perjalanan itu sebuah buku, maka pengalaman beliau seperti setiap halaman-halaman yang menarik untuk dibaca.

    • Isi Buku:

    Pada isi buku utama, terdapat pembahasan dalam 9 (Sembilan) bagian pembahasan, yakni;

    1. Di Galela dan Kampung Makassar: Buku ini menggambarkan bagaimana kesulitan hidup tidak menghalangi Samsudin Abdul Kadir untuk terus bekerja keras membantu orang tua dan, belajar (bersekolah).

    2. Sekolah dan Cinta, Nilai dan Prinsip Samsudin Abdul Kadir membuktikan bahwa belajar keras akan memperoleh hasil yang memuaskan, menghindari hiruk pikuk seragam putih abu-abu demi mengejar masa depan, hingga diterima di STPDN Manglayang. Kemudian menemukan tambatan hati di Goro (Tidore) setelah mengabdi di Pemerintah Daerah Halmahera Tengah (saat itu).

    3. Membangun dalam Kesulitan: Dari Halmahera Timur, Samsudin Abdul Kadir (SAK) Membuktikan integritas sebagai seorang pamong, di tengah berbagai keterbatasan sumber daya, eksistensi danmengoptimalkan potensi daerah untuk membangun daerah tersebut.

    4. Kiat Menyiram Bara Konflik Dengan Damai: Kepemimpinannya, Ia menekankan pentingnya menjadi pemimpin yang visioner dan menggagas ide brilliantuntuk meredam konflik komunal, sehingga berdampak positif pada masyarakat yang terkotak karena konflik.

    5. Tahun 2010: Kapabilitas dan Konsistensi sebagai pejabatbervisi membangun dengan gagasan, program, kebijakan dan strategi yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Di Morotai kiprah membangun daerah di implementasikan secara kontinue.

    6. Tahun 2014-Dan Seterusnya: Kondite dan dedikasi yang ditunjukkan membawa beliau ke Sofifi. Pada Tahun 2014, karier beliau semakin meroket (moncer), diberi amanah memegang beberapa jabatan strategis, sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara.

    7. Bekerja Sambil Belajar: Sebagai Sekda, beliau mampu menyeimbangkan tanggung jawab berat sebagai pejabat yang mengelola urusan pemerintahan dengan tekadnya untuk terus belajar melalui pendidikan formal di (UMMU), tanpa mengesampingkan tugas-tugas publik yangdiembannya.

    8. Ketika Badai Berlalu: Ketangguhan kepemimpinan beliau kembali diuji, oleh Pucuk Pimpinan Maluku Utara saat itu, Namun sekali lagi kemampuan berdiri kokoh di tengah terpaan rintangan, mengatasi hambatan dengan bijaksana dan elegan.

    9. Melanjutkan Langkah : Proses panjang Beliau menuju puncak dilalui dengan berbagai terpaan, dijadikan sebagai batu pijakan, setiap tanjakan curam peluang dan pembelajaran, langkah maju adalah bukti kejayaan, beliau membuktikan layak sebagai pemimpin sejati, dan dikukuhkan sebagai nakoda PJ. Gubernur Maluku Utara.

    • Inspiratif: Buku ini memotivasi pembaca untuk terus berjuang, mengasah potensi diri dalam meniti karier dan membuktikan kemampuan kinerja melalui karya, yangdikenang oleh masyarakat.

    • Gaya Penulisan: Gaya bahasa ilmiah humanis, yang pilih dan digunakan oleh kedua penulis, menambah keunggulan buku ini.

    • Kisah Nyata: Fakta bahwa deskripsi kualitatif pada buku ini disertai bukti visual (dokumentasi) pada setiap tempat. Pengalaman empiris memberikan nilai lebih dibandingkan beberapa buku autobiografi pejabat di Maluku Utara.

    • Kekurangan Buku:

    • Detail Teknis: Beberapa bagian terkait tugas dan kewenangan dalam birokrasi membutuhkan uraian danpenjelasan teknis lebih mendalam.

    • Penyusunan: Beberapa alur cerita, yang belum di coversecara detail, oleh karena padatnya agenda dan kompleksnya aktivitas dan waktu penyusunan buku yang singkat.

    • Kesimpulan:

    "Anak Kolong Yang Sukses Jadi Pamong" adalah bacaan yang sangat inspiratif bagi siapa saja yang hendak meniti karier birokrasi dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.

    Buku ini tidak hanya menggambarkan perjalanan hidup atau karier seorang "Samsudin Abdul Kadir", tetapi juga menyuguhkan kisah yang mampu membangkitkan motivasi, agar dijadikan pelajaran berharga untuk meraih kesuksesan dan menapaki anak tangga karier hingga mencapai puncak karier dari bawah ke atas (Bottom-up).

    • Rekomendasi:

    Buku ini sangat direkomendasikan bagi Aparatur Sipil Negara, Mahasiswa, Kalangan Muda dan mereka yang membutuhkan dorongan untuk memilih membangun karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....