Bung Kusnaeni Nilai Persib Juara Karena Konsistensi Performa

  • 05 Mei 2025 20:11 WIB
  •  Ternate

KBRN, Jakarta: Keberhasilan Persib Bandung menjuarai kompetisi musim ini menjadi sorotan banyak pihak, termasuk pengamat sepak bola nasional, Mohammad Kusnaeni. Ia menilai capaian Maung Bandung sangat mengesankan, terutama karena diraih dengan skuad yang tidak tergolong mewah dibanding beberapa pesaing utama lainnya.

“Persib musim ini memang luar biasa. Mereka bukan tim dengan skuad termahal, tetapi bisa menjaga konsistensi performa sepanjang musim hingga akhirnya juara,” ujar Kusnaeni, Senin (5/5/2025).

Menurutnya, perjalanan Persib musim ini tidak lepas dari tantangan berat, terutama cedera beruntun yang menimpa para pemain kunci seperti Febri Hariyadi, David Da Silva, Rezaldi Hehanusa, Dimas Drajad, Dedi Kusnandar, hingga Rahmat Irianto.

Namun yang mengejutkan, absennya sejumlah pilar tidak banyak mengganggu stabilitas tim. Kusnaeni menyebut hal ini sebagai keunggulan utama Persib dibandingkan tim-tim lain yang secara materi pemain bahkan lebih unggul, seperti Dewa United atau Bali United.

“Suasana tim yang kondusif menjadi salah satu faktor utama. Tidak ada persoalan gaji, hubungan antar pemain maupun dengan pelatih dan manajemen juga sangat baik,” katanya.

Ia pun menyoroti peran besar sang pelatih, Bojan Hodak, yang dinilai sangat jeli dalam memaksimalkan potensi pemain pelapis. Nama-nama seperti Kakang Rudianto, Rian Kurnia, Zalnando, hingga Robby Darwis menjadi kunci saat para pemain utama absen.

“Bojan Hodak sukses menjaga kestabilan tim. Pemain pelapis diberi kepercayaan dan tampil meyakinkan,” kata Kusnaeni.

Lebih lanjut, ia menilai gelar Persib juga sedikit terbantu oleh inkonsistensi rival-rival utama mereka. Persija Jakarta dilanda persoalan internal, Bali United tidak maksimal dalam urusan rekrutmen striker, dan Persebaya memiliki skuad yang kurang merata.

“Borneo FC sebenarnya tampil bagus, tapi tidak memiliki sosok pemimpin di lapangan. Sementara Dewa United, meski jadi pesaing serius, belum punya kematangan dan mental juara. Ditambah lagi, minimnya dukungan suporter membuat mereka seperti berjuang sendiri,” ujarnya.

Meski berhasil menjadi juara, Kusnaeni mengingatkan agar Persib tidak terlena. Ia menekankan pentingnya regenerasi, mengingat sebagian besar pemain inti saat ini sudah memasuki usia kepala tiga.

“Nama-nama seperti Nick Kuipers, Gustavo Franca, Adam Alis, dan Ciro Alves sudah tidak muda lagi. Dengan kompetisi musim depan yang makin ketat, Persib harus menyiapkan pemain-pemain di usia emas, 23 hingga 28 tahun, untuk memperkuat barisan starter mereka,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....