Guru SLB Morotai Respons Rencana Kurikulum Muatan Lokal
- 10 Mei 2024 16:42 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara merespons rencana Peraturan Gubernur tentang kurikulum muatan lokal pada satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara tengah menggodok tentang kurikulum muatan lokal pada satuan pendidikan. Kurikulum ini, nantinya akan diterapkan di tingkat SMA, SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB) pada tahun ajaran 2024/2025.
Kepada rri.co.id, Guru SLB Morotai, Nilla Timbuleng mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan. Dan semua instansi terkait dalam penyusunan kurikulum muatan lokal yang bisa segera digunakan.
"Mengenai kurikulum muatan lokal pada SLB, bagaimana potensi atau kearifan lokal yang perlu dikembangkan di sekolah, untuk pendidikan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa", kata Nilla, Jumat (10/5/2024).
Menurut dia hak ini sangat penting, siswa belajar dari lingkungan sekitar tentang budaya daerah, adat istiadat. Tarian, lagu, bahasa, alat musik tradisional termasuk permainan tradisional.
"Hal ini sebagai simbol-simbol budaya, dan potensi lokal di antaranya perikanan dan kelautan, pertanian, peternakan dan pariwisata untuk daerah Kepulauan Maluku Utara," katanya, menambahkan.
Dengan rencana Pergub itu, kata dia guru-guru SLB akan menyusun perangkat pembelajaran muatan lokal. Penyusunan itu menyesuaikan dengan kemampuan anak yang tentunya berpedoman pada kurikulum muatan lokal yang disusun SLB.
Untuk anak-anak SLB, pendidikan muatan lokal akan sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
"Karena anak-anak dengan hambatan intelektual akan senang belajar hal-hal konkrit yang ada di sekitar mereka," kata Nilla.
Lebih jauh, kata Nilla, anak dengan rata-rata memiliki hambatan intelektual, lebih cepat berlatih keterampilan atau seni daripada membaca menulis.
"Mereka lebih senang berlatih menari, menyanyi bahkan memainkan alat musik tradisional. Mereka juga senang belajar memanfaatkan alam yang ada di sekitar mereka," ucap Nilla.
Dia lantas memberikan sebuah contoh pada momen perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Anak-anak SLBN Morotai mengisi acara puncak dan menyelesaikan upacara bendera Pemkab Morotai.
Mereka saat itu menampilkan tarian daerah, lagu, musik dan membaca puisi. Anak-anak tunanetra, tunarungu, tunagrahita dan tunadaksa yang ikut kegiatan itu," kata Nilla, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....