Anggaran Perbaikan Dermaga Ferry Bastiong Ternate Ditagih Kontraktor

  • 19 Des 2023 15:22 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Perbaikan dermaga 1 pelabuhan Ferry Bastiong Ternate yang ditabrak KMP Mutiara Pertiwi I, pada m 10 Mei 2023 rampung dikerjakan.

Bahkan, dermaga yang rusak parah akibat ditabrak Ferry milik salah satu perusahan swasta yakni PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sudah dipakai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Nusanatara tahun 2023 yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Meski rampung dan sudah dipakai, namun pihak pemenang tender yakni PT. Anugerah Dipta hingga kini belim menerima pembayaran dari pihak penanggungjawab yakni PT. ALP.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh patner PT. Anugerah Dipta, Roy Masihe saat ditemui rri.co.id, Selasa (19/12/2023).

Baca juga: Kapal Ferry Tabrak Dermaga Penyeberangan di Ternate Hingga Patah

Menurutnya, proyek pekerjaan perbaikan dermaga Ferry sudah sejak awal Desember 2023.

“Jembatan yang ditabrak itu sampai saat ini kami belum dibayar sepersen pun," ungkap patner PT. Anugerah Dipta, Roy Masihez

Roy juga bilang, pembayaran upah kerja itu yang jelas dilakukan oleh pihak, PT. ALP sebagai penaggungjawab KMP Mutiara Pertiwi I.

Dirinya mengakui, pihak perusahan kapal siap untuk melakukan pembayaran kapada pihak ke tiga yang melakukan perbaikan dermaga, hanya saja pembayaran tersebut tergantung pada serah terima dari ASDP.

"Memang PT. ALP yang bayar, hanya saja pihak ASDP belum mau menandatangani surat serah terima jembatan yang sudah selesai dikerjakan itu, padahal pihak PT. ALP sudah memasukan surat serah terima untuk ditandatangani PT. ASDP agar pembayaran langsung dilakukan,” katanya.

Baca juga: Ditabrak KMP Mutiara Pertiwi, ASDP: Kerusakan Dermaga Ferry Ditaksir 25 Miliar

Dirinya mengakui, alasan pihak ASDP belum menandatangani serahterima dermaga karena jembatan yang dikerjakan tersebut tidak sesuai perencanaan.

"Alasan ASDP yang kami terima itu, pembuatan jembatan tidak sesuai perencanaan,” tuturnya

Padahal kata Roy, dermaga tersebut sudah di uji oleh Kemenhub dan bahkan sudah di gunakan oleh ASDP saat kegiatan Hari Nusantara di Tidore Kepulauan.

“Itu sudah diuji semua, termasuk dari BPTD, dan itu sudah dinyatakan layak,” ujarnya lagi.

Jika alasan bahwa jembatan yang diperbaiki itu tidak sesuai seharusnya, dermaga itu belum bisa digunakan dalam aktifitas kapal.

"Belum dibayar itu 2 miliar, intinya ASDP belum tandatanagn surat serah terima, sehingga ALP menunggu," tandasnya.

Terpisah, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ternate, Ardian saat dikonfirmasi mengakui bahwa pembayaran itu masih menunggu hasil rapat dari ASDP pusat dan ALP.

“Kita tunggu hasil rapat dari pusat," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....