Bupati Ikram Dorong Guru Gasing Halteng Berbagi Ilmu ke Daerah Lain
- 07 Okt 2026 07:36 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji mendorong guru Gasing berbagi ilmu dengan daerah lain. Pemkab Halteng siap mendukung kebutuhan pembiayaan guru yang diminta melatih daerah lain.
Halmahera Tengah saat ini memiliki sekitar 16 guru yang menguasai metode Gasing. Para guru tersebut telah mengikuti pelatihan di Bali, Sumatera Utara, dan Banyuwangi.
Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan metode Gasing kepada peserta didik. Setiap pelatihan berlangsung sekitar dua minggu dengan materi pembelajaran matematika menggunakan metode Gasing.
Ikram mengatakan Pemkab Halteng tidak ingin kemampuan guru tersebut hanya dimanfaatkan untuk daerah sendiri. Ia membuka peluang bagi daerah lain untuk mengundang guru Gasing Halteng sebagai tenaga pelatih.
“Kami berharap dari kabupaten lain akan mengundang. Nanti Pemda yang biayai itu. Kita tidak akan memberatkan,” kata Ikram.
Menurut Ikram, pengembangan sumber daya manusia tidak seharusnya dibatasi oleh wilayah administratif. Kemampuan yang dimiliki seseorang dapat memberikan manfaat lebih luas melalui kerja sama antardaerah. “Orang yang pintar, orang yang mampu tidak ada batas wilayah,” ucapnya.
Metode Gasing merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang berarti Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Metode ini dirancang agar siswa mempelajari matematika secara lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.
Penerapan Gasing turut mendukung prestasi siswa Halmahera Tengah pada berbagai kompetisi, salah satunya juara pertama nasional pada 2024 dan 2025. Prestasi juga diraih pada tingkat internasional melalui kompetisi di Seoul, Korea Selatan. Siswa Halmahera Tengah berhasil meraih juara ketiga pada November 2024.
Ikram menyebut prestasi tersebut tidak hanya dipengaruhi penerapan metode Gasing. Menurutnya, pencapaian siswa merupakan bagian dari proses panjang pengembangan kualitas pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Kedua sektor tersebut mendapat alokasi anggaran besar dalam kebijakan pemerintah daerah.
“Sejak saya menjadi Pj, saya menginvestasikan di pendidikan. Pendidikan dan kesehatan yang paling besar anggaran kami,” ujar Ikram.
Ikram menilai penguasaan matematika sejak dini dapat membangun kemampuan berpikir logis pada anak. Salah satu contohnya terlihat dari prestasi siswa asal Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, di bidang teknologi. Siswa tersebut mendapat penghargaan terkait sistem keamanan NASA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....