TPA Ternate Terbakar Hebat, Api Mengarah ke Permukiman
- 03 Okt 2026 16:43 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 3 Oktober 2026. Api mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIT dan kemudian meluas dari bagian utara menuju selatan kawasan TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, Musli Mohammad mengatakan sumber api masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan pemantauan di lapangan, pergerakan api diketahui bermula dari sisi utara dan bergerak ke arah selatan.
“Kalau sumber apinya memang sementara diselidiki, tetapi sudah dikroscek bahwa api itu mulai bergerak dari utara ke selatan,” kata Musli kepada rri.co.id, di sela-sela pemantauan di lokasi, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Hingga sekitar pukul 17.35 WIT, proses pemadaman masih berlangsung. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan sekitar empat hingga lima armada yang secara bergantian melakukan penyiraman dan pemadaman di kawasan TPA.
Penanganan juga diperkuat satu unit kendaraan water cannon dari Brimob untuk menyiram sejumlah titik yang terdampak api. Petugas tidak hanya memusatkan pemadaman di area inti TPA, tetapi juga mengantisipasi api yang mendekati kawasan permukiman warga.
Menurut Kepala DLH Ternate, kawasan TPA yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 16 hektare dari total luas TPA sekitar 32 hektare. Kebakaran mencakup zona aktif dan zona tidak aktif.
Zona aktif merupakan area yang masih digunakan untuk pembuangan sampah oleh kendaraan pengangkut. Adapun zona tidak aktif merupakan area yang tidak lagi digunakan untuk pembuangan dan tinggal menjalani proses pemadatan.
“Mulai dari zona yang tidak aktif sampai ke zona yang aktif yang di belakang itu yang arah ke timur, semua terdampak kebakaran,” ujarnya.

Asap kebakaran juga menyebar hingga ke permukiman warga di sekitar TPA. Pemerintah Kota Ternate mulai melakukan langkah antisipasi dengan mengarahkan armada pemadam ke sejumlah titik yang berpotensi terdampak.
Selain persoalan asap dan ancaman api, sejumlah warga yang beraktivitas sebagai pemulung dilaporkan mengalami kerugian. Tumpukan sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan warga ikut terbakar.
Ia telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan Dinas Sosial untuk mendata warga yang terdampak. Pendataan diperlukan untuk mengetahui jumlah warga serta kerugian akibat kebakaran.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari Dinas Sosial. Mungkin nanti kita lihat seperti apa,” katanya.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat di sekitar TPA.
“Barangkali ada upaya-upaya mitigasi dan lain-lain yang bisa dilakukan terhadap warga yang terdampak,” ujar dia.
Pembuangan Sampah Dialihkan Sementara
Kebakaran turut mengganggu aktivitas pembuangan sampah di TPA Ternate. Pemerintah memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan, namun titik pembuangan sementara akan diubah.
Menurut Kepala DLH, sampah yang baru diangkut tidak akan langsung dibuang ke area yang terbakar. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya bara atau titik api di dalam timbunan sampah.
“Walaupun saat ini memang pemadaman itu di permukaan, tetapi kita tidak tahu di dalam ini mungkin masih ada yang terbakar,” katanya.
Pembuangan sampah tetap dilakukan di kawasan TPA, tetapi titiknya akan dialihkan sementara ke lokasi yang dinilai lebih aman. Pemerintah akan kembali menggunakan area yang terbakar setelah kondisi dinyatakan aman.
Kondisi cuaca juga menjadi perhatian pemerintah. Kemarau panjang, suhu panas, dan udara yang kering dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya kembali titik api di kawasan TPA.
Pemerintah Kota Ternate berencana membuat laporan resmi mengenai kebakaran tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup pada Senin, 5 Oktober 2026. Laporan itu akan memuat kondisi lapangan dan kebutuhan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Supaya teman-teman di kementerian juga tahu kondisi riil yang terjadi dan apa-apa yang harus dilakukan ke depan sebagai bagian dari mitigasi supaya tidak terjadi lagi,” kata Musli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....