Warga Diimbau Tak Terpancing Serangan OTK di Hutan Halmahera Tengah

  • 01 Okt 2026 20:56 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halteng - Tiga warga yang sedang berada di kawasan perkebunan Dusun III Desa Mesa, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, diduga hampir diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) yang muncul dari arah hutan, Rabu, 30 September 2026 sore.

Ketiga warga tersebut masing-masing Erdi Cino (58), Saul Tukur (57) dan Jansen Cino (36) tersebut diserang sekitar pukul 17.00 WIT. Jansen melihat seorang laki-laki dari arah hutan dengan ciri-ciri tidak mengenakan pakaian, menggunakan kain merah sebagai ikat kepala, mengenakan kain berwarna coklat sebagai penutup tubuh bagian bawah serta berambut panjang sebahu.

Melihat keberadaan orang tersebut, Jansen kemudian memberitahukan kepada kedua rekannya. OTK tersebut selanjutnya diduga bergerak mendekati ketiga warga sambil membawa busur dan anak panah namun teriakan Saul membuat OTK tersebut melarikan diri kembali ke arah hutan.

Ketiga warga selanjutnya memilih meninggalkan lokasi dan kembali ke kampung untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan anggota Pos Polisi Weda Timur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 1 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIT, personil Pos Polisi Weda Timur bersama pemerintah Desa Kotalo dan sejumlah masyarakat ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyisiran.

Dalam pengecekan di lokasi, ditemukan empat buah benda yang diduga merupakan ranjau sederhana yang terbuat dari sejenis bambu. Selain itu, warga melaporkan adanya sejumlah barang yang hilang, yakni dua buah parang serta satu tas berisi telepon seluler.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi keberadaan dan identitas OTK serta kemungkinan keterkaitannya dengan kelompok yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penyelidikan kasus meninggalnya Ali Daud di kawasan hutan Halmahera.

Ciri-ciri OTK yang dilihat warga tersebut juga menjadi bagian dari informasi yang akan didalami oleh aparat untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan dengan kelompok yang sebelumnya diduga hidup atau beraktivitas secara nomaden di kawasan hutan. Namun, identitas dan keterkaitan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto menyatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP, berupa pemeriksaan lokasi kejadian, pengumpulan barang bukti, pencarian jejak pelaku, serta pendataan keterangan saksi-saksi di lapangan. Selain itu, pihaknya juga menghimbau masyarakat agar tidak pergi ke kebun seorang diri dan selalu waspada.

"Kami menghimbau masyarakat jangan terpancing atau terprovokasi atas kejadian tersebut. Bila ada kejadian serupa, segera melaporkan ke Kepolisian terdekat," kata Kapolres.

Polda Maluku Utara menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan perkebunan juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara, menghindari pergi ke kebun seorang diri.

Kepolisian bersama pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah pengamanan guna memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Masyarakat yang mengetahui keberadaan atau memiliki informasi terkait OTK tersebut diharapkan segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian terdekat dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....