Mendukung Folu Net Sink 2030, SSI Ambil Bagian dalam Aksi Iklim di Malut

  • 22 Sep 2026 08:53 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - SSI (Small Shelter Island Foundation) mengambil bagian dalam aksi iklim di Maluku Utara dengan penanaman pohon buah produktif. Tim monitoring PMU Folu - NC4 melihat secara langsung upaya penanaman tersebut di Bandinga, Kelurahan Loto, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu 20 September 2026.

Ahmad Sahab, tenaga ahli Kehutanan PMU Folu - NC4, Kementerian Kehutanan menyampaikan kepada RRI kegiatan melihat secara langsung penanaman merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi layanan dana masyarakat untuk lingkungan. Program tersebut merupakan bagian dalam Folu Net Sink 2030 dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca.

"Kami memantau setelah kegiatan dilaksanakan (penanaman), kami ingin melihat progres pertumbuhan tanaman termasuk kendala di lapangan yang akan menjadi bagian dari evaluasi perbaikan program di masa mendatang," kata Sahab.

Ahmad Sahab juga menyampaikan, layanan dana masyarakat merupakan upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat di tingkat tapak melalui program penanaman. "Tanaman yang ditanaman merupakan tanaman produktif jadi selain bermanfaat bagi lingkungan dalam penyerapan karbon di sisi lain juga menjadi bagian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat," ucapnya.

Ketua Small Shelter Island, Andy Kurniawan melihat program dana masyarakat untuk lingkungan merupakan langkah untuk ikut serta dalam gerakan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. "Melalui program ini bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan," ujar Andy yang juga akademisi Universitas Khairun tersebut.

Penerima manfaat, perwakilan masyarakat Bandinga, Sartika Syafi mengangkat manfaat dari program karena dapat meningkatkan taraf ekonomi dan perlindungan lingkungan. Ia juga menyampaikan harapan agar program layanan dana masyarakat untuk lingkungan memiliki keberlanjutan.

"Kami berharap program ini berlanjut, tidak hanya program penanaman tapi juga perawatan karena adanya dampak dari kemarau panjang maka pohon yang telah ditanam tidak bertumbuh dengan maksimal jadi perlu adanya upaya penambahan fasilitas seperti tandon air," kata Sartika.

Diketahui, sebanyak 1020 pohon kopi dan matoa ditanam di lahan seluas 2 hektar dengan varian jenis kopi seperti arabica, robusta, exelco, liberica dan buah matoa. Program penanaman mendapat dukungan dari BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) melalui Folu Net Sink 2030 kerja sama Indonesia dan Norwegia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....