Ada Penumpang Siluman, Manifest KM. Cahaya Arafah dan Basarnas Ternate Berbeda

  • 19 Jul 2022 12:44 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Sebanyak 64 orang penumpang KM Cahaya Arafah yang bertolak dari Pelabuhan Bastiong Ternate, tujuan Gane, Halmahera Selatan dan tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi di perairan Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kepala Basarnas Ternate, Fatur Rahman dalam keterangannya, Senin (18/7/2022) tadi malam mengatakan, KM Cahaya Arafah yang bertolak dari Ternate membawa penumpang beserta Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 76 orang dan 64 berhasil dievakuasi sementara 12 orang penumpang masih dalam proses pencarian.

“64 penumpang berhasil selamat dan 12 sampai saat ini masih kita lakukan pencarian,” ungkap Fatur.

Pencarian korban KM Cahaya Arafah yang tenggelam di perairan Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat, melibatkan potensi SAR baik dari Basarnas Ternate, Polairud, TNI Angkatan Laut serta BPBD dengan menggunakan KN SAR Pandudewanata 137.

“Potensi SAR sudah dilokasi untuk lakukan pencarian,” jelasnya.

Manifest Penumpang KM. Cahaya Arafah (Dok: Ist)

Terpisah, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Agustinus menyatakan, berdasarkan dengan permohonan berlayar, rute KM Cahaya Arafah hanya dari Pelabuhan Bastiong Ternate menuju Samo, bukan sampai Tokaka.

“Jadi permohonan berlayarnya itu hanya dari Pelabuhan Bastiong menuju Samo dan itu sudah tiba di Samo hampir jam 5 sore tadi. Nah dalam perjalanan ke Tokaka ini mengalami musibah,” ujar Agustinus seperti dilansir dari Beritamalut.co.

Agustinus mengatakan, untuk jumlah penumpang berdasarkan manifest yaitu 66 orang dengan muatan barang sekitar 21 ton dan berdasarkan informasi kapal tersebut tenggelam akibat dihantam cuaca buruk atau karena faktor alam dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai Desa Tokaka.

Meski begitu, Agustinus mengaku belum dapat memastikan kabar adanya kelebihan penumpang karena sesuai manifest yang mereka terima hanya 66 orang.

Begitu-pun kabar masih adanya penumpang yang hilang maupun korban jiwa, pihak KSOP belum dapat memastikannya karena sejauh ini masih dilakukan pendataan.

“Masih terus koordinasi dengan UPP Babang, bersama instansi terkait dan masyarakat saling bantu berikan pertolongan kepada korban dan sejauh ini masih dilakukan pendataan,” kata Agustinus.

Sementara itu, Kepala Desa Dolik Iswadi Ishak membenarkan bahwa ada insiden kapal tenggelam.

“Iya betul, saya selesai magrib mendapat info ada kapal tenggelam, karena di situ ada masyarakat saya juga ikut, dan tenggelam itu sekitar pukul 19.00 Wit,” katanya.

“Hanya ada 8 Warga kami yang ikut Kapal itu baru ditemukan 7 dan 1 belum ditemukan, dan itu masih dalam proses pencarian,” pungkasnya.

Untuk data penumpang yang berhasil dievakuasi dengan masing-masing adalah, Marlina Jalal (29), Evan Usup (4), Salsabila Usup (11), Kartina Jalan (17), Tiring Sangadji (40), Egan (15), Jihan (8), Tiara (16), Romi (15), Opan, Jidan, Riko, Faisal (53), Parto, Jaitun, Umar Alhati, Ardian, Jikara, Riiskal, Ona, Arfah, Oki, Arsul, Ardian, Nona, Sinta, Rahma, Fatma Titus, Ati Lasaliman, Ishak lasalman, Yani yomen, Rustam Tabamasa, Aisya, Rehan, Juhtia, Siti Humaira, Nadira, Safri Tabamasa, Nafila, Fadila, Artati Ade, Indri, Marwa Abas, Adato, Nia Paspal dan Bayi, Oji, Mali, Anjas Papaceda, Ria Suharno, Aldi dan mama Yedi, Sandto, Miko, Kardi dr Lemo2, Sumi, Sitivsyamsia Koititi, Kader kep, Sarafu Ibrahim, Tamsi s. Ibrahimppp, Akmal Tais, Maryam Hi. Bandara, Husnul Khatima/a, Ali Akbar/a, Ishak Fadel dan Nurfilat Samudra.

Sementara untuk data korban yang masih dalam proses pencaharian adalah masing-masing, Asmania (Tawa), Siti Adira pakelo, Ramlah kobukobu, Faisal Badri, Miqhayla Ismit, Jae, Rahman, Kesya, Lina dan Mima serta Nurjay Ahmad.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....