Petugas Padamkan Lima Titik Kebakaran Lahan di Tidore dalam Empat Hari
- 19 Sep 2026 17:00 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore - Kebakaran lahan dan hutan di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, berhasil dipadamkan, Sabtu 19 September 2026 pagi. Kebakaran berlangsung selama empat hari dan melanda Kelurahan Topo Tiga, Tambula, serta Folarora. Api pertama kali muncul di Topo Tiga pada Rabu 16 September 2026, sebelum merambat ke wilayah sekitar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tidore Kepulauan, Burhani Abdullah, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kondisi vegetasi kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api.
"Vegetasi yang kering dan angin yang cukup kencang membuat api cepat menjalar," kata Burhani.
Selain faktor cuaca, medan menuju titik kebakaran yang sulit dijangkau turut menghambat proses pemadaman. Petugas Damkar tetap berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke permukiman warga.
Pada Kamis 17 September 2026 malam, api mulai merambat ke Kelurahan Tambula dan Folarora. Petugas bersama warga serta aparat berupaya memadamkan kobaran api untuk mencegah perluasan.
"Selain itu, medan menuju titik api juga sulit dijangkau armada pemadam kebakaran," ujar Burhani.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam menjangkau sejumlah titik api. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan hingga kebakaran berhasil dikendalikan pada Sabtu pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi sejumlah tanaman milik warga mengalami kerusakan. Tanaman pala dan cengkeh termasuk yang hangus terbakar akibat kebakaran lahan.
Burhani menyebutkan, petugas Damkar menangani sekitar lima titik kebakaran sejak Rabu hingga Sabtu. Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Tidore Kepulauan.
"Kalau kita padamkan dari beberapa hari lalu, dari hari Rabu sampai sekarang sudah sekitar lima titik api yang kita padamkan," ujar Burhani.
Kelima titik kebakaran berada di Kelurahan Topo Tiga, Topo, Tambula, Folarora, serta wilayah lainnya. Penanganan juga dilakukan di Kelurahan Tomagoba dan Jiko Cobo.
Burhani mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk sementara waktu. Kondisi vegetasi yang kering berpotensi mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko kebakaran.
Ia mengingatkan, kebakaran lahan dapat merusak lingkungan serta tanaman produktif milik warga. Api yang merambat ke permukiman juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....