Sering Terjadi Kecelakaan Warga Minta Perbaikan Jalan Tanjakan Bobanehena
- 16 Sep 2026 08:23 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Barat - Ruas jalan tanjakan di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, kembali dikeluhkan warga. Jalan yang menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Rapa Pelangi itu mengalami kerusakan dan dipenuhi kerikil sehingga dinilai membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor.
Warga menyebut kondisi jalan tersebut telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan. Salah seorang warga bahkan dilaporkan terjatuh hingga pingsan saat melintas di ruas jalan itu dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut warga, permukaan jalan yang rusak dan dipenuhi kerikil membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Sejumlah pengendara sepeda motor disebut kerap mengalami insiden saat melintasi ruas tersebut.
"Jalan ini sudah rusak dan berkerikil. Sudah ada warga yang jatuh, bahkan sampai harus dibawa ke rumah sakit. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya, jangan menunggu sampai ada korban berikutnya," Kata Seorang Warga Selasa 15 September 2026
Warga kemudian mempertanyakan perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat terhadap kondisi infrastruktur jalan di Desa Bobanehena. Mereka meminta pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera merealisasikan perbaikan.
Kepala Dinas PUPR Halmahera Barat Fachlis Sangkali mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran Rp200 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini untuk penanganan ruas jalan tersebut.
Namun, hingga kini pekerjaan perbaikan belum dimulai.
"Ini harus beli aspal lagi, jadi belum ada pekerjaan. Tetapi bakal segera dilakukan perbaikan," ujar Fachlis
Sementara itu, Pemkab Halmahera Barat sebelumnya menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk pengaspalan ruas jalan di Desa Golo, Kecamatan Sahu.
Anggaran tersebut disiapkan setelah warga Desa Golo melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi ruas jalan yang rusak dan berdebu.
Bupati Halmahera Barat James Uang saat menghadiri peresmian empat puskesmas di Balisoan beberapa waktu lalu mengatakan, pemerintah daerah merespons persoalan tersebut dengan menyiapkan anggaran pengaspalan.
Menurut James, anggaran tersebut bersumber dari sisa penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar dari pemerintah pusat sebesar Rp30,5 miliar.
Dari dana tersebut, ia menginstruksikan Badan Keuangan Daerah menyisihkan Rp5 miliar untuk pengaspalan ruas jalan di Desa Golo.
"Dari Rp30,5 miliar yang sudah disalurkan pusat, saya perintahkan Ibu Kaban Keuangan menyisihkan Rp5 miliar untuk pengaspalan jalan yang kemarin sempat ditanami pisang, supaya abu (debu) tidak naik lagi di tengah kampung," kata James.
Kondisi jalan di Desa Golo tersebut kemudian menjadi perhatian warga Bobanehena. Mereka berharap pemerintah daerah juga segera menangani ruas jalan tanjakan Bobanehena yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga menilai perbaikan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan berkendara, tetapi juga keselamatan masyarakat. Terlebih, ruas tersebut menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Rapa Pelangi.
Dengan kondisi jalan yang rusak dan adanya laporan pengendara terjatuh, warga meminta Pemkab Halmahera Barat segera merealisasikan anggaran perbaikan yang telah disiapkan.
Masyarakat berharap pekerjaan dapat dilakukan secepatnya sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan dan keluhan mengenai kondisi jalan tersebut tidak terus berulang.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....