BMKG Ingatkan Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Malut

  • 16 Sep 2026 08:17 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - BMKG mengingatkan masyarakat Maluku Utara mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Babullah Ternate,Fahmi Bachdar mengatakan dalam program kentongan, Selasa 16 September 2026 , cuaca Maluku Utara saat ini berawan. Potensi angin kencang terjadi hampir di seluruh wilayah Maluku Utara.

Menurut Fahmi, peningkatan kecepatan angin diperkirakan terjadi pada siang, sore hingga malam hari. Kondisi tersebut berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan.

Fahmi menyebutkan, ketinggian gelombang dalam beberapa hari ke depan dapat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Potensi angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga sekitar 25 September.

Kecepatan angin diperkirakan dapat mencapai lebih dari 15 knot selama periode tersebut. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pengguna transportasi laut, khususnya nelayan dan pengguna kapal berukuran kecil.

Fahmi menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi daerah tekanan rendah di sekitar utara Papua dan Samudera Pasifik. Sistem tersebut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin di Maluku Utara.

Ia mengatakan, tinggi gelombang yang nyaman untuk transportasi laut berada pada kisaran 0,25 hingga 0,5 meter. Sementara saat ini, gelombang di sejumlah perairan Maluku Utara mencapai 0,5 hingga hampir 2,5 meter.

BMKG memperbarui informasi cuaca dan kondisi perairan setiap hari. Informasi tersebut umumnya diperbarui pagi hari dan berlaku selama 24 jam.

Fahmi mengimbau masyarakat mengecek informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran. Nelayan juga diminta memperhatikan kondisi rute dan tidak hanya mengandalkan pengetahuan cuaca secara lokal.

Menurutnya, cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, informasi BMKG diperlukan untuk membantu mengurangi risiko saat melakukan aktivitas di laut.

Fahmi juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di darat untuk mewaspadai dampak angin kencang. Pohon yang mudah roboh dan baliho tua berpotensi membahayakan masyarakat ketika angin meningkat.

Bagi pengguna kendaraan roda dua, Fahmi meminta segera menepi ketika menghadapi angin kencang. Kondisi tersebut dapat mengganggu pandangan pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Fahmi menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas bagi seluruh pengguna transportasi laut. Jika angin kencang dan gelombang tinggi terjadi, masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk berlayar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....