Permintaan Pemprov Direstui, BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Malut
- 08 Sep 2026 20:11 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sofifi - Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendapat tambahan waktu untuk mengejar hujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetujui perpanjangan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Maluku Utara hingga 12 September 2026, setelah operasi tersebut berakhir pada 8 September 2026.
Perpanjangan itu menjadi angin segar bagi pemerintah daerah yang tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Pesawat Cessna Caravan 208 EX/PK-SNL milik PT Smart Cakrawala Aviation dijadwalkan kembali melakukan penyemaian awan pada 9 September 2026.
Persetujuan BNPB itu disampaikan setelah pemerintah daerah meminta operasi modifikasi cuaca tidak dihentikan. Dalam rapat evaluasi OMC yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, bersama Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir dan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah, Desindra Deddy Kurniawan, pemerintah daerah meminta perwakilan BNPB dalam operasi tersebut, Farach Abdurachman Ronny, meneruskan permintaan perpanjangan kepada pemerintah pusat.
“Kabar baiknya, dari BNPB telah disetujui perpanjangan OMC sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah daerah mengatasi karhutla dan kekeringan,” ujar Fehby saat dikonfirmasi rri.co.id.

Menurut Fehby, pemerintah daerah mengapresiasi respons cepat BNPB terhadap permintaan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
Keputusan memperpanjang OMC tersebut bukan tanpa dasar. BMKG melihat kondisi atmosfer di atas Maluku Utara masih memungkinkan pembentukan awan yang dapat dipicu untuk menghasilkan hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah, Desindra Deddy Kurniawan, mengatakan kelembapan udara di sejumlah lapisan atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan. Kondisi itu terlihat pada lapisan 850, 700, hingga 500 hPa.
“Pertumbuhan awan masih bisa terjadi. Masih ada potensi kita menghadirkan hujan di Maluku Utara,” kata Desindra.
Ia mengatakan kondisi kelembapan pada lapisan atmosfer tersebut masih memberikan peluang bagi operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan. Karena itu, BMKG di Maluku Utara bersama pemerintah daerah berharap OMC dapat diperpanjang agar hujan yang dihasilkan lebih besar.
“Kalau secara riil kami yang ada di BMKG di Maluku Utara beserta pemerintah daerah mengharap agar operasi modifikasi cuaca ini diperpanjang lagi untuk Maluku Utara agar curah hujannya lebih besar lagi yang bisa dihadirkan,” ujarnya.
Sebelumnya, keputusan perpanjangan OMC masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. Desindra mengatakan kewenangan tersebut berada pada pimpinan BNPB dan BMKG di Jakarta.
Kini, perpanjangan telah disetujui. Dengan tambahan empat hari operasi, pemerintah daerah kembali berharap hujan buatan dapat membantu mengurangi tekanan akibat kekeringan sekaligus menekan risiko karhutla di Maluku Utara.
Pesawat Cessna Caravan 208 EX/PK-SNL dijadwalkan kembali menyemai awan pada 9 September. Operasi itu akan berlangsung hingga 12 September 2026, dengan harapan kondisi atmosfer yang masih mendukung dapat dimanfaatkan sebelum peluang hujan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....