Loa Se Banari jadi Semboyan Kodam Baru di Maluku Utara

  • 07 Sep 2026 21:06 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Lahan seluas 6 hektar milik TNI-AD di Sofifi disiapkan untuk pembangunan Makodam baru Maluku Utara.

Lokasi tersebut berada di Kompi Khusus 732/Banau, sementara eks PT Darko seluas sekitar 50 hektar diproyeksikan menjadi badan pelaksana Kodam.

Rencana tersebut disampaikan Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin dalam dialog interaktif RRI Ternate, Senin, 7 September 2026. Menurutnya, penyiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting dalam pembentukan Kodam baru di Maluku Utara.

Danrem menjelaskan, lahan eks PT Darko kini berstatus tanah negara setelah masa berlaku HGB berakhir. Pihaknya telah menyurati Kanwil BPN hingga Kementerian ATR/BPN untuk menetapkan lahan tersebut bagi kebutuhan Kodam.

“Status hukum lokasi itu milik negara, kami sudah bersurat ke Kantor Wilayah BPN,” katanya. Surat tersebut juga telah disampaikan kepada Kementerian ATR/BPN untuk proses penetapan lahan.

Danrem menyebut pembangunan Makodam menjadi prioritas karena membutuhkan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Lokasi tersebut diharapkan berdekatan dengan kantor pemerintahan, Polda Maluku Utara dan Kejaksaan Tinggi.

Menurut Enoh, keberadaan Kodam penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan menjaga kondusivitas wilayah Maluku Utara. Keberadaan satuan tersebut juga dinilai strategis dalam menjaga kedaulatan Indonesia di kawasan timur.

Ia mengatakan Kodam akan memperkuat pembinaan teritorial sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai gangguan keamanan. Selain itu, keberadaannya dapat mendukung penanganan bencana alam dan mempercepat pembangunan daerah.

“Apalagi saat ini sedang dihadapi dengan musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada Karhutla,” ucap Danrem. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Maluku Utara.

Kehadiran Kodam juga dinilai membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah bergabung dengan TNI-AD. Proses rekrutmen diharapkan lebih mudah karena peserta dari Maluku Utara tidak lagi terpusat mengikuti seleksi di Ambon.

“Dengan adanya Kodam maka akan mempermudah pelaksanaan rekrutmen putra dan putri daerah di Maluku Utara,” kataya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memberikan akses lebih dekat bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi TNI-AD.

Dalam dialog tersebut, Enoh menyampaikan Kodam Maluku Utara akan menggunakan nama Kodam XXVIII/Maluku Kie Raha. Penamaan tersebut telah ditetapkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD.

“Pengambilan nama Maluku Kie Raha karena memiliki filosofi empat gunung dan Kesultanan di Maluku Utara,” ucapnya. Nama tersebut mengusung semboyan “Loa Se Banari” yang bermakna hidup lurus dan benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....