Pramuka Malut Didorong jadi Pelopor Generasi Bebas Penyalahgunaan Obat
- 06 Sep 2026 19:39 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe meminta anggota Gerakan Pramuka menjadi pelopor dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia menilai perang terhadap narkoba harus dimulai dari generasi muda sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan Sarbin saat memimpin Apel Besar Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Upacara Kantor Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku Utara, Sofifi, Sabtu, 5 September 2026.
Apel tersebut dihadiri Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Sofifi Ermanto Siahaan, perwakilan Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta unsur pemerintah daerah yang memiliki Satuan Karya (Saka).
Di hadapan anggota Pramuka yang didominasi pelajar tingkat SD hingga SMA, Sarbin mengatakan pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, kualitas karakter generasi muda menjadi salah satu penentu masa depan bangsa.
Ia meminta anggota Pramuka tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
“Anak-anakku sekalian, jangan membunuh masa depan dengan narkoba, mari kita perangi narkoba,” ucap Sarbin.
Sarbin menyebut narkoba bukan hanya persoalan hukum dan kesehatan. Penyalahgunaan narkoba, kata dia, merupakan ancaman terhadap masa depan generasi bangsa sehingga harus dilawan secara bersama-sama.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi anggota Pramuka untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Maluku Utara Muhammad Abusama mengatakan dukungan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat kegiatan kepramukaan di Maluku Utara. Ia juga mengapresiasi keterlibatan anggota Pramuka dalam berbagai agenda nasional, termasuk Jambore Nasional Gerakan Pramuka 2026.

Kwarda Maluku Utara, kata Abusama, juga menyiapkan Perkemahan Bakti untuk menyambut HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Sementara itu, keterlibatan Balai POM di Sofifi dalam kegiatan Pramuka dilakukan melalui Saka POM. Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah edukasi bagi anggota Pramuka mengenai keamanan obat dan pencegahan penyalahgunaan obat.
Balai POM bersama Saka POM selama ini menggelar sosialisasi dan edukasi kepada anggota Pramuka melalui kegiatan tatap muka maupun media komunikasi.
Sinergi ini dinilai penting karena pencegahan penyalahgunaan obat tidak cukup dilakukan melalui pendekatan penindakan. Edukasi sejak usia sekolah diperlukan agar anak-anak memiliki pengetahuan dan keberanian untuk menolak narkoba serta ikut mengingatkan lingkungan sekitarnya.
Apel besar kemudian ditutup dengan penyerahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka kepada sejumlah anggota Pramuka dewasa yang dinilai berjasa dalam pembinaan dan pengembangan organisasi.
Bagi Maluku Utara, pesan pemberantasan narkoba dalam momentum Hari Pramuka menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia. Generasi yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba dipandang sebagai modal penting untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....