Hujan Mulai Guyur Morotai Selatan usai Operasi Modifikasi Cuaca

  • 05 Sep 2026 20:29 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Maluku Utara menyasar wilayah yang masih memiliki potensi pertumbuhan awan hujan. Pemantauan lapangan menunjukkan hujan mulai terdeteksi di sejumlah kawasan Halmahera dan Morotai, meski intensitasnya masih relatif rendah.

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, mengatakan pemantauan dilakukan di Halmahera Utara, Halmahera Barat, dan Pulau Morotai. Di Morotai, informasi dari kepala pelaksana BPBD menunjukkan hujan terpantau di Kecamatan Morotai Selatan Barat, termasuk Desa Cio Dalam, Cio Gerong, Cio Maloleo dan wilayah sekitarnya.

Data tersebut menjadi bagian dari informasi lapangan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan OMC. Fehby sebelumnya meminta BPBD kabupaten dan kota aktif mengirimkan laporan kondisi awan dan hujan dari wilayah masing-masing.

“Mulai pagi, siang, dan sore itu dapat mendokumentasikan di masing-masing wilayah, sehingga ada potensi awan hitam yang bisa, ada bibit hujan, sehingga itu bisa dapat dimodifikasi lebih cepat,” kata Fehby.

Pemantauan itu penting karena operasi modifikasi cuaca tidak sekadar menerbangkan pesawat dan menaburkan bahan semai. Tim harus menemukan awan dengan kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

Berdasarkan citra radar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 5 September 2026 pukul 19.25 WIT, akumulasi curah hujan selama enam jam di Maluku Utara secara umum masih tergolong ringan.

Sebagian besar wilayah daratan Maluku Utara didominasi warna biru tua hingga biru muda pada citra radar, yang menunjukkan curah hujan sekitar 0,1 hingga 5 milimeter. BMKG mendeteksi hujan di sejumlah wilayah Halmahera Utara, Halmahera Barat, Pulau Morotai, serta sebagian Halmahera Timur.

Kondisi tersebut sejalan dengan gambaran BMKG bahwa awal September masih diwarnai kondisi panas dan kering, meski peluang hujan lokal tetap ada di sejumlah wilayah.

OMC BNPB di Maluku Utara mulai dijalankan pada Sabtu, 5 September 2026. Pesawat Cessna Caravan 208 EX/PK-SNL milik PT Smart Cakrawala Aviation digunakan dalam operasi tersebut.

Pesawat membawa dua flight scientist, Fadli dan Riani, serta dua petugas penabur, Wahyu dan Aljan. Area penyemaian atau blocking area mencakup radial 0-060 dan 30-120 nautical mile dari Ternate, dengan sasaran utama Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Morotai.

Pesawat beroperasi pada ketinggian 8.000-12.000 kaki dengan membawa 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....