Perdana, BNPB Kerahkan Pesawat Tebar 1 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca di Malut
- 05 Sep 2026 16:20 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan operasi modifikasi cuaca atau OMC di Maluku Utara, Sabtu, 5 September 2026. Sebuah pesawat Cessna Caravan 208 EX dikerahkan untuk menyemai awan potensial hujan di sejumlah wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.
Pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan registrasi PK-SNL itu menjalankan misi OMC dari Ternate. Pesawat diterbangkan Capt. Meilda bersama First Officer Jeremy, dengan dua flight scientist, Fadli dan Riani, serta dua petugas penabur, Wahyu dan Aljan.
Penyemaian awan dilakukan di area blocking dengan radial 0-060 dan 30-120 nautical mile dari Ternate. Wilayah sasaran mencakup Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai. Pesawat beroperasi pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki.
Sebanyak 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) disiapkan sebagai bahan semai untuk operasi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, meminta BPBD kabupaten dan kota aktif memantau perkembangan awan serta potensi hujan di wilayah masing-masing. Informasi lapangan, kata dia, dibutuhkan untuk memperkuat analisis bersama BMKG dan menentukan sasaran penyemaian.
“Mulai pagi, siang, dan sore dapat mendokumentasikan di masing-masing wilayah. Kalau ada potensi awan hitam yang memiliki bibit hujan, bisa dimodifikasi lebih cepat,” kata Fehby.
Menurut Fehby, OMC kali ini menjadi langkah baru dalam penanganan cuaca ekstrem di Maluku Utara. Selama sekitar enam tahun dirinya berada di BPBD Maluku Utara, operasi modifikasi cuaca baru pertama kali dilakukan di provinsi tersebut.
OMC itu tidak dilakukan secara serampangan. Tim BNPB terlebih dahulu berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi awan yang dapat disemai. Operasi kemudian diarahkan ke wilayah yang memenuhi kondisi meteorologis untuk penyemaian.
Fehby mengatakan efektivitas operasi sangat bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi syarat. Karena itu, laporan dari BPBD di daerah menjadi salah satu bahan penting bagi tim di posko untuk menentukan langkah berikutnya.
Operasi ini dilakukan ketika Maluku Utara menghadapi periode cuaca ekstrem yang sebelumnya telah mendorong pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, kekeringan pertanian, kekeringan perkebunan, serta krisis air bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....