BNNP Malut dan Lapas Ternate Perkuat Program Rehabilitasi Warga Binaan

  • 03 Sep 2026 21:50 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate menerima kunjungan kerja Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara melalui Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah dan Komponen Masyarakat, Kamis 3 September 2026.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi sekaligus memperkuat upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Maluku Utara.

Kegiatan berfokus pada peningkatan kemampuan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP) dan evaluasi terhadap mitra BNNP Maluku Utara. Selain memperkuat kapasitas petugas rehabilitasi, kegiatan ini juga membahas penyusunan perencanaan program rehabilitasi bagi warga binaan di Lapas Ternate.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program rehabilitasi membutuhkan komitmen dan kolaborasi antara Lapas dengan BNNP Maluku Utara.

“Kolaborasi melalui Perjanjian Kerja Sama ini adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Walaupun sarana dan prasarana kita memiliki keterbatasan, hal itu tidak menjadi penghalang untuk terus mengoptimalkan program rehabilitasi yang berkelanjutan bagi warga binaan,” ujar Faozul.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ternate, Yuslizar, menjelaskan sejumlah langkah teknis yang disepakati melalui koordinasi dan evaluasi bersama BNNP Maluku Utara.

Menurutnya, hasil skrining yang dilakukan tim teknis Lapas akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi BNNP Maluku Utara untuk menentukan tindak lanjut, termasuk penerjunan tim asesor.

“Melalui koordinasi ini, alur kerja menjadi jauh lebih terstruktur. Hasil skrining yang dilakukan oleh tim teknis kami di Lapas akan menjadi bahan evaluasi utama BNNP Malut untuk menerjunkan tim asesor, sehingga perencanaan program rehabilitasi untuk tahun 2026 dapat tereksekusi dengan baik,” ucap Yuslizar.

Seluruh rangkaian Bimbingan Teknis, koordinasi, serta Monitoring dan Evaluasi berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Sinergi antara Lapas Kelas IIA Ternate dan BNNP Maluku Utara diharapkan terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan program rehabilitasi yang efektif serta mendorong proses pemulihan warga binaan secara berkelanjutan di Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....