Kemenag Halut Siapkan Doa Bersama, Respons Kondisi Alam

  • 01 Sep 2026 21:43 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mematangkan persiapan pelaksanaan Shalat Istisqa’ bagi umat Islam dan Ibadah Perkumpulan Bersama bagi umat Kristen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual bersama dalam menyikapi kondisi alam yang membutuhkan perhatian dan kepedulian masyarakat.

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat bersama Kepala KUA dan Kepala Madrasah se-Kabupaten Halmahera Utara, Selasa 1 September 2026. Rangkaian doa bersama tersebut direncanakan berlangsung pada Kamis 3 September 2026 pagi.

Untuk pelaksanaan Shalat Istisqa’, Kemenag Halut membagi lokasi berdasarkan wilayah pelayanan. Wilayah Tobelo–Galela direncanakan dipusatkan di Lapangan Kodim 1508/Tobelo, sedangkan wilayah Kao–Malifut dipusatkan di wilayah Malifut.p

Pembagian lokasi ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat di masing-masing wilayah agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung tertib dan khidmat.

Sementara itu, umat Kristen akan melaksanakan Ibadah Perkumpulan Bersama yang dikoordinasikan melalui jajaran terkait sesuai wilayah dan komunitas masing-masing.

Rapat tersebut dipandu Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Halmahera Utara, Rahman Saha. Pembahasan meliputi kesiapan teknis, koordinasi peserta, penyampaian informasi, hingga pembagian tugas dalam pelaksanaan kegiatan.

Kepala Kantor Kemenag Halmahera Utara,

Abdurrahman M. Ali, menegaskan bahwa kepedulian terhadap kondisi alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral setiap insan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama.

“Setiap ASN Kemenag memiliki tanggung jawab moril terhadap kondisi alam,” ucapnya.

Menurutnya, ASN Kemenag tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan dan kondisi sosial di sekitarnya.

“Doa bersama melalui agama dan keyakinan masing-masing diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Shalat Istisqa’ merupakan bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, umat diajak memperbanyak doa, istighfar dan introspeksi diri serta memohon keselamatan, keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat.

Di sisi lain, Ibadah Perkumpulan Bersama bagi umat Kristen menjadi bentuk doa dan pengharapan kepada Tuhan dalam menyikapi kondisi alam sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Kemenag Halut menilai kedua kegiatan tersebut juga menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman keyakinan serta semangat menjaga kerukunan umat beragama.

Kepala KUA dan Kepala Madrasah se-Kabupaten Halmahera Utara diharapkan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan, terutama dalam memastikan informasi dan koordinasi pelaksanaan tersampaikan kepada jajaran maupun masyarakat di wilayah masing-masing.

Kemenag Halut berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Kemenag Halut terus mendorong penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial, termasuk membangun hubungan harmonis antarsesama dan menjaga hubungan manusia dengan alam.

Dengan semangat Berdoa Bersama, Peduli Alam, Menjaga Kerukunan, Kemenag Halut mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan, keberkahan, dan kebaikan Kabupaten Halmahera Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....