Jepang Cari Kerangka Tentara Sisa Perang Dunia II di Morotai
- 01 Sep 2026 11:09 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan siap memfasilitasi rencana Pemerintah Jepang mengidentifikasi dan mengangkat kerangka tentara Jepang yang diduga masih berada di Kabupaten Pulau Morotai. Kerangka tersebut merupakan bagian dari sisa-sisa Perang Dunia II.
Kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Jepang bersama tim tenaga ahli Jepang itu diterima Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir di eks Crisan Ternate, Senin, 1 September 2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahmid Wahab, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abubakar Abdullah, serta Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Zulkifli Bian.
Samsuddin mengatakan pemerintah daerah mendukung proses survei dan identifikasi yang dilakukan tim Jepang. Pemerintah provinsi, kata dia, akan membantu koordinasi lintas sektor agar kegiatan tersebut berjalan sesuai ketentuan.
“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar seluruh tahapan identifikasi hingga rencana pengangkatan kerangka nantinya dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Samsuddin kepada rri.co.id.
Tim ahli Jepang dijadwalkan menuju Pulau Morotai untuk melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persebaran sisa-sisa peninggalan perang. Kegiatan tersebut mencakup pemetaan lokasi dan koordinasi dengan pemerintah serta otoritas setempat.
Bagi Jepang, pencarian kerangka tentara yang gugur dalam Perang Dunia II tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan. Proses identifikasi diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai keberadaan dan identitas para tentara yang belum ditemukan.
Morotai menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah Perang Dunia II di kawasan Pasifik. Pulau tersebut pernah menjadi pangkalan militer strategis Sekutu dan menjadi bagian dari rangkaian operasi militer di kawasan Asia-Pasifik.
Pemerintah Maluku Utara berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses pencarian dan identifikasi. Penelusuran peninggalan perang dinilai dapat memperkuat upaya pelestarian sejarah sekaligus membuka peluang pengembangan wisata sejarah di Morotai.
Dengan demikian, peninggalan Perang Dunia II di Morotai dapat dipandang bukan semata sebagai artefak konflik masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah yang dapat dirawat, dipelajari, dan menjadi daya tarik wisata berbasis sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....