Respons Cepat ERT NHM Tangani Kebakaran di Area Perkebunan Makaeling
- 31 Agt 2026 15:02 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Tim Emergency Response Team (ERT) Gosowong milik PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda area perkebunan di Desa Makaeling, Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kebakaran dilaporkan mulai meluas sekitar pukul 12.00 WIT. Warga kemudian meminta bantuan untuk mencegah kobaran api menjalar ke area perkebunan lainnya.
Informasi kebakaran diterima ERT Gosowong dari warga. Tim kemudian berkoordinasi dengan Manager Health, Safety and Environment (HSE) sebelum mengerahkan delapan personel ERT dan seorang paramedis ke lokasi.
NHM turut mengirimkan satu unit fire truck, pompa, selang, nozzle, alat pelindung diri, serta peralatan pendukung pemadaman lainnya.
Kapten ERT NHM Muhammad Irfan mengatakan tim tidak hanya memadamkan titik api, tetapi juga melakukan pendinginan dan penyisiran di sekitar lokasi.
“Tim ERT melakukan pemadaman dengan menyesuaikan teknik penanganan dengan kondisi dan karakteristik lokasi. Selain memadamkan titik api, kami juga melakukan pendinginan dan penyisiran pada area sekitar untuk memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali menyala,”kata Irfan.
Menurut dia, penanganan diprioritaskan pada titik-titik yang terbakar serta area yang berpotensi menjadi jalur penyebaran api. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, tim memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.
GM Geology Resources & Support NHM Denny Lesmana mengatakan respons cepat tim ERT diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat.
“Kami berharap dukungan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Denny. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Kepala Desa Makaeling Nurdin Salamat mengapresiasi bantuan NHM dalam menangani kebakaran tersebut.
“Luar biasa bantuan NHM menggerakkan tim dan unit pemadam sehingga mampu menyelesaikan pemadaman kebakaran,” kata Nurdin.
Penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Kondisi panas dan kering membuat vegetasi serta pepohonan lebih mudah terbakar, namun penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan dari pihak berwenang.
NHM mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area perkebunan yang vegetasinya mengering selama musim kemarau. Pencegahan dinilai penting agar api tidak kembali muncul dan meluas ke wilayah lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....