LPKA Ternate Perkuat Pembinaan Anak lewat Kolaborasi Lintas Sektor

  • 31 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate memperkuat pelaksanaan pembinaan anak melalui kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Auditorium LPKA Kelas II Ternate, Senin 31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara, Bagus Kurniawan. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung program pembinaan anak di LPKA Ternate.

Sejumlah instansi dan lembaga yang terlibat dalam kerja sama tersebut antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate, Dinas Pendidikan Kota Ternate, Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Provinsi Maluku Utara, Puskesmas Kota Ternate, Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar Kota Ternate, Lembaga Seni Budaya Moloku Kiye Raha, Parada Collection Ternate, serta sejumlah mitra lainnya.

Instansi tersebut meliputi Dinas P3A, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Diknas, DLH, Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate. Selain itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate turut terlibat bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Provinsi Maluku Utara dalam kerja sama.

Instansi lain yang terlibat yakni Puskesmas Kota Ternate dan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar Kota Ternate. Lembaga Seni Budaya Moloku Kiye Raha dan Parada Collection Ternate turut terlibat sebagai mitra dalam kerja sama tersebut bersama lainnya.

Bagus mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat program pembinaan, baik dalam aspek kepribadian maupun kemandirian anak binaan. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membantu menghadirkan program pembinaan yang lebih terarah sekaligus memberikan manfaat bagi anak selama menjalani proses pembinaan.

“Proses pemasyarakatan terhadap anak harus mengedepankan pendekatan edukatif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial,” kata Bagus.

Ia menjelaskan, pembinaan tidak hanya berfokus pada aktivitas selama anak berada di LPKA. Tetapi juga perlu memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan karakter sebagai persiapan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat. Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, lanjutnya, mendukung upaya yang dilakukan LPKA Ternate dalam memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara positif.

Sinergi melalui PKS tersebut juga diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak dasar anak binaan. Antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, kepemilikan identitas, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan dan kemandirian.

“Keterlibatan berbagai mitra merupakan bentuk kolaborasi dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Pembinaan anak, kata dia, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan oleh LPKA secara sendiri,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan program pembinaan di LPKA Kelas II Ternate dapat terus dikembangkan. Sehingga anak binaan memperoleh bekal yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan secara positif setelah kembali ke masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....