FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik, Dorong Media Kritis dan Humanis
- 30 Agt 2026 16:29 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Ternate — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kegiatan Workshop Jurnalistik Media Kemahasiswaan bertajuk "Mengelola Media Digital dan Cetak yang Kritis dan Humanis". Kegiatan ini dilaksanakan guna memperkuat peran strategis media pers mahasiswa dalam menyajikan informasi yang objektif, berbobot, serta tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan di era pergeseran lanskap informasi digital.
Acara workshop ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni FIB Unkhair, Jainul Yusup, Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Program Studi (Kaprodi) Ilmu Sejarah, Lucia Arter Lintang Gritantin, serta jajaran dosen Fakultas Ilmu Budaya di antaranya Fitriningsih Pratiwi Mahmud, Bahtiar Hairullah, dan Suratman M. Djen, bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unkhair.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Wakil Dekan III FIB Unkhair, Jainul Yusup, menegaskan pentingnya keberadaan media mahasiswa sebagai wadah literasi dan penyalur aspirasi yang bertanggung jawab.
"Media kemahasiswaan bukan sekadar tempat berlatih menulis, melainkan laboratorium pemikiran kritis. Di tengah derasnya arus informasi digital, pers mahasiswa harus hadir membawa kedalaman analisis yang kritis namun tetap humanis—menjunjung tinggi etika dan empati dalam setiap pemberitaannya," ujar Jainul
Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang akademis dan jurnalistik, yakni Dr. Syahyunan Pora dan Fadli Kayoa. Dalam sesi pemaparannya, Dr. Syahyunan Pora menekankan pentingnya menjaga independensi dan perspektif kemanusiaan dalam setiap karya jurnalistik.
"Kritis bukan berarti asal mengkritik, melainkan mampu mengurai fenomena sosial berdasarkan data yang valid dan komprehensif. Pendekatan humanis memastikan bahwa pers mahasiswa selalu berpihak pada kebenaran dan keadilan sosial tanpa kehilangan rasa empati," ucap Dr. Syahyunan
Sementara itu, Fadli Kayoa memberikan materi praktis terkait teknis pengelolaan penerbitan media, baik dalam format cetak maupun platform digital modern. "Tantangan media hari ini adalah adaptasi teknologi. Pers mahasiswa harus cerdik memanfaatkan ekosistem digital agar jangkauan pembacanya luas, namun format cetak tetap memiliki nilai historis dan dokumentatif yang tak tergantikan jika dikelola secara profesional," ujar Fadli
Sementara itu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unkhair, M. Tamhir Tamrin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya workshop ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi semangat bagi mahasiswa untuk kembali menghidupkan tradisi literasi dan penerbitan di lingkungan kampus.
"Kegiatan ini sangat krusial bagi kami pengurus BEM dan seluruh mahasiswa FIB. Pengetahuan yang didapatkan dari para narasumber memberi kami arah yang lebih jelas dalam membangun media digital maupun cetak yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan," kata M. Tamhir
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Fakultas Ilmu Budaya Unkhair berharap para peserta dapat mengaplikasikan wawasan yang didapat untuk merevitalisasi pers mahasiswa, melahirkan karya-karya jurnalistik yang edukatif, serta menjadi kontrol sosial yang konstruktif di lingkungan universitas maupun masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....