Keanekaragaman Hayati Fondasi Penting bagi Pembangunan Nasional

  • 27 Agt 2026 19:38 WIB
  •  Ternate
Poin Utama
  • Keanekaragaman hayati Indonesia bukan hanya aset ekologis tetapi juga fondasi penting bagi pembangunan nasional.
  • Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, menekankan bahwa keanekaragaman hayati menjadi penopang bagi sektor strategis.
  • Lokakarya yang diselenggarakan di Ternate membahas peran para pihak di Maluku Utara dalam mengkomunikasikan dan melaksanakan IBSAP (Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia).

RRI.CO.ID, Ternate- Keanekaragaman hayati (Kehati) yang dimiliki Indonesia tidak hanya menjadi aset ekologis semata. Di sisi lain, potensi tersebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup, Bappenas dalam kata sambutannya pada lokakarya "Peran Para Pihak di Maluku Utara dalam Mengkomunikasikan dan Melaksanakan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP). "Keanekaragaman hayati menjadi penopang bagi sektor strategis," ucapnya dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Burung Indonesia di Hotel Emerald, Kota Ternate, Rabu 26 Agustus 2026.

Tangkapan layar kata sambutan Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian Perencaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada lokakarya Peran Para Pihak di Maluku Utara dalam Mengkomunikasikan dan Melaksanakan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP). Foto: Arsip Bappenas via Burung Indonesia

Sektor strategis tersebut antara lain, swasembada pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan, kesehatan, farmasi, energi berbasis hayati, pariwisata alam. Hal tersebut menjadi basis dalam pengembangan ekonomi hijau dan biru.

Nizhar juga melihat bahwa Kehati menjadi salah satu penggerak utama pembangunan Indonesia. Menurut pemaparannya, pada tahun 2025, sektor berbasis Kehati yakni pertanian, kehutanan dan perikanan diperkirakan berkontribusi sekitar 13,5 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia.

"Angka ini menegaskan bahwa ekonomi nasional bertumpu pada kita dalam mengelola keanekaragaman hayati," ucapnya.

Terpisah, Adi Widyanto, Head of Conservation Development Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia melihat, melestarikan keanekaragaman hayati merupakan jalan untuk melestarikan kehidupan. "Keanekaragaman hayati sesungguhnya lekat dengan kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita melihat keanekaragaman hayati sesuatu yang spesifik padahal sumber pangan dan lingkungan yang sehat merupakan bagian dari keanekaragaman hayati itu sendiri," ucap Adi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....