Pemkab Halteng dan Forkopimda Mediasi Persoalan Antarwarga Weda Utara
- 27 Agt 2026 16:00 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halteng - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bersama Forkopimda menggelar mediasi persoalan warga di Weda Utara. Pertemuan berlangsung Selasa malam, 25 Agustus 2026, melibatkan warga Desa Sagea, Kiya, dan Fritu.
Mediasi dihadiri Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, Kapolres Halteng, Kasubsektor Weda Utara, serta Camat Weda Utara. Turut hadir Kepala Desa Sagea, Kiya, Fritu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto meminta seluruh pihak menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan koreksi bersama. Ia menilai peran tokoh agama dan masyarakat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Segala sesuatu yang terjadi harus dikoordinasikan dengan baik,” ujar Fiat Dedawanto dalam pertemuan tersebut. Ia meminta kepala desa segera meredam persoalan dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi berkembang.
Kapolres juga mengapresiasi dukungan jajaran TNI dalam membantu kepolisian menangani situasi di lapangan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena jumlah personel kepolisian memiliki keterbatasan.
“Saya selaku Kapolres Halmahera Tengah mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak-Bapak TNI,” ucapnya. Ia menyebut gerak cepat TNI membantu kepolisian menghadapi kondisi lapangan yang membutuhkan penanganan bersama.

Dalam forum tersebut, Kepala Desa Sagea mengusulkan penyelesaian persoalan melalui pendekatan kekeluargaan. Usulan serupa disampaikan Kepala Desa Kiya sebagai langkah menjaga hubungan antarwarga.
Kepala Desa Fritu menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama mengawal proses penyelesaian secara kekeluargaan. Ketiga kepala desa sepakat, persoalan yang tidak terselesaikan di desa akan ditindaklanjuti melalui Polres.
Camat Weda Utara menjelaskan, proses mediasi dilaksanakan dalam dua sesi untuk menjangkau pihak-pihak terkait. Sesi pertama melibatkan warga Fritu, sedangkan sesi berikutnya mempertemukan pemerintah dengan warga Sagea.
Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan kesabaran dalam menghadapi persoalan. Ia juga meminta masyarakat memahami kondisi aparat yang menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

“Aparat juga manusia, ada kalanya punya rasa lelah. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk selalu sabar,” kata Bupati Ikram Sangadji.
Bupati menegaskan, tindakan yang dilandasi amarah justru berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat sendiri. Ia mengajak seluruh pihak menghindari tindakan yang dapat menyulitkan kehidupan orang lain.
“Jangan pernah membuat hidup orang susah. Jika kita membuat hidup orang susah, selamanya kita hidup dalam dosa,” katanya dengan tegas.
Mediasi tersebut menjadi langkah bersama menjaga ketertiban sekaligus memperkuat kembali hubungan kekeluargaan antarwarga.
Pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat diharapkan terus menjaga komunikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....