NHM Kirim Tim Tanggap Darurat Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

  • 26 Agt 2026 22:57 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Manggarai - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), mengirimkan Emergency Response Team (ERT) untuk membantu penanganan warga terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di NTT. Gempa tersebut mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dan berdampak terhadap sejumlah warga.

Tim ERT NHM diberangkatkan pada 20 Agustus dan bergabung dengan Tim ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reok, Manggarai. Mereka membawa peralatan penyelamatan serta obat-obatan untuk mendukung penanganan kondisi darurat di lokasi terdampak.

Tim tersebut dipimpin Zakaria Barham, dengan Aristo Elly sebagai rescuer dan Elia Samue Paliaky sebagai paramedis. Di lapangan, mereka berkoordinasi dengan pemerintah daerah memetakan kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga dan pengungsi.

Koordinasi itu juga mencakup penyaluran obat-obatan ke posko medis untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Personel ERT memberikan pelayanan kesehatan dasar sekaligus dukungan psikososial kepada masyarakat selama berada di lokasi bencana.

Selain pelayanan medis, mereka melakukan asesmen kerusakan dan kebutuhan darurat serta memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Edukasi tersebut mencakup langkah keselamatan dan mitigasi bencana untuk membantu warga menghadapi kondisi pascabencana.

Ketua Tim ERT NHM Zakaria Barham mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kehadiran kami di Nusa Tenggara Timur bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian,” ujar Zakaria.

Menurut Zakaria, tim ingin memastikan masyarakat terdampak gempa merasakan dukungan selama menghadapi situasi sulit tersebut. “Kami hadir untuk membantu sesuai kemampuan kami dan memberikan dukungan terbaik bagi saudara-saudara kita,” katanya.

Dalam menjalankan tugas, tim menghadapi akses jalan terdampak bencana, keterbatasan jaringan komunikasi, serta perubahan cuaca. Kendala tersebut menjadi tantangan dalam menjangkau lokasi dan menjalankan pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa.

Meski menghadapi kendala, koordinasi antartim, pemerintah daerah, dan relawan membuat pelayanan medis tetap berjalan. Penyaluran bantuan logistik juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

NHM menyatakan keterlibatan tim tanggap darurat tersebut sebagai bentuk kehadiran bersama masyarakat dalam situasi krisis. Tim ERT dijadwalkan bertugas hingga 26 Agustus 2026 untuk mendukung pelayanan serta penanganan kondisi darurat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....