Dari Ruang Kelas SMA Sederajat di Malut, Rp276 Juta untuk Korban Bencana NTT

  • 26 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Jarak ratusan kilometer antara Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur tak menghalangi solidaritas keluarga besar dunia pendidikan. Guru dan siswa SMA, SMK, serta SLB se-Maluku Utara menghimpun donasi Rp276.781.300 untuk membantu korban gempa di NTT.

Dana tersebut dikumpulkan dari sumbangan sukarela guru dan siswa di berbagai satuan pendidikan. Bantuan kemudian disalurkan melalui Bank Maluku Malut menggunakan rekening yang diterima dari Pemerintah Provinsi NTT.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan donasi itu lahir dari kepedulian warga sekolah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Sumbangan ini diberikan secara sukarela dan dengan penuh keikhlasan, semata-mata untuk membantu saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah,” ujar Abubakar saat dikonfirmasi rri.co.id, di Ternate, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurut Abubakar, penggalangan dana tersebut menunjukkan bahwa fungsi pendidikan tidak berhenti pada aktivitas akademik di ruang kelas. Sekolah juga menjadi ruang untuk membentuk kepedulian sosial dan mengajarkan nilai gotong royong kepada peserta didik.

Ia mengapresiasi guru dan siswa yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban bencana di NTT.

“Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh guru dan siswa yang telah berpartisipasi. Semoga keikhlasan ini menjadi amal kebaikan dan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” katanya.

Bagi keluarga besar pendidikan Maluku Utara, donasi tersebut bukan semata-mata soal jumlah uang yang terkumpul. Gerakan itu menjadi praktik pendidikan di luar ruang kelas: mengajarkan kepada siswa bahwa solidaritas kebangsaan tidak dibatasi jarak geografis.

Dari wilayah kepulauan di timur Indonesia, kepedulian itu dikirim kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana. Nilai yang hendak ditanamkan sederhana: ketika sesama warga Indonesia tertimpa musibah, sekolah dapat menjadi salah satu tempat tumbuhnya solidaritas kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....