Olah Ikan Lokal Jadi Pangan Bergizi, Mahasiswa Unkhair Dampingi Warga Desa Galala
- 13 Agt 2026 20:25 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore Kepulauan – Ikan yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat pesisir di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, mulai dikembangkan menjadi produk pangan bergizi. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Khairun.
Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun terlibat dalam program selama satu bulan yang menggabungkan pemberdayaan usaha pengolahan ikan dengan penguatan layanan Posyandu.
Pendampingan dilakukan bersama Kube Hikmas untuk mengembangkan produk olahan ikan, sekaligus memberikan alat produksi guna meningkatkan kapasitas usaha. Sementara di Posyandu Mekar 1 dan 2, mahasiswa dan tim pendamping memberikan alat kesehatan serta pelatihan bagi kader mengenai gizi seimbang berbasis pangan lokal.
Ketua Tim PMM, Apt. Abulkhair Abdullah, M.Farm., mengatakan pemanfaatan ikan lokal diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Melalui kolaborasi antara UMKM dan Posyandu, kami berharap potensi sumber daya perikanan lokal dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pangan bergizi untuk masyarakat, khususnya bagi balita," ujarnya.
Kepala Desa Galala, Sandi Saleh, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan mahasiswa memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ikan lokal menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus kesehatan.
"Potensi ikan lokal bisa dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi ekonomi dan kesehatan warga," katanya.
Selain keterampilan mengolah ikan, kader Posyandu juga dibekali pemahaman mengenai pemenuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu orang tua menerapkan pola konsumsi bergizi dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung upaya pencegahan stunting.
Salah satu peserta, Lyra, mengaku mendapat pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan pengolahan ikan dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga.
"Kami jadi tahu bahwa ikan lokal bisa diolah menjadi pangan yang lebih bergizi. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga," ujarnya.
Program yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti setelah masa pendampingan berakhir. Keterampilan pengolahan produk, sarana produksi, dan peningkatan kapasitas kader Posyandu diharapkan dapat menjadi modal bagi masyarakat Desa Galala untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri.
Melalui pemanfaatan potensi perikanan lokal, masyarakat tidak hanya didorong untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, tetapi juga menjadikannya bagian dari upaya pemenuhan pangan bergizi bagi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....