Lapas Sanana Panen Puluhan Kilogram Kacang Panjang, Bentuk Mandiri Warga Binaan

  • 12 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sanana – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan pertanian produktif.

Terbaru, Lapas Kelas IIB Sanana berhasil memanen sebanyak 43 kilogram kacang panjang dari lahan pertanian yang dikelola bersama warga binaan, Rabu 12 Agustus 2026.

Kegiatan panen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan di lingkungan Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pertanian, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan, mulai dari perawatan tanaman hingga proses pemanenan. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membentuk kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta etos kerja.

Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, mengatakan kegiatan pertanian akan terus dikembangkan sebagai sarana memberikan keterampilan dan pengalaman kerja kepada warga binaan.

“Setiap hasil panen merupakan bagian dari proses pembinaan. Kami ingin warga binaan mendapatkan keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Karena itu, pemanfaatan lahan pertanian akan terus kami kembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas juga menjadi langkah untuk mendukung kemandirian pangan sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang menghasilkan manfaat nyata.

Program pertanian tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan melalui optimalisasi lahan produktif.

Ia berharap, program tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak warga binaan yang memiliki keterampilan dan pengalaman di bidang pertanian.

"Dengan demikian, ketika kembali ke lingkungan masyarakat, warga binaan tidak hanya membawa perubahan dalam sikap dan perilaku, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk menjalani kehidupan secara produktif dan mandiri," ucap David.

Ia menegaskan, panen 43 kilogram kacang panjang ini menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan berbasis keterampilan dapat menghasilkan sesuatu yang konkret, sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembinaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....